Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Keutamaan Ilmu #3

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: مَنْ أُوتِيَ الْقُرْآنَ فَرَأَى أَنَّ أَحَدًا أُوتِيَ خَيْرًا مِنْهُ فَقَدْ حَقَّرَ مَا عَظَّمَ اللَّهُ تَعَالَى Dan beliau ﷺ bersabda: Barang siapa telah diberi Al-Qur’an, lalu ia memandang bahwa ada seseorang yang diberi sesuatu yang lebih baik darinya, maka sungguh ia telah meremehkan apa yang telah Allah Ta‘ala agungkan. وَقَالَ فَتْحُ الْمَوْصِلِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ: أَلَيْسَ الْمَرِيضُ إِذَا مُنِعَ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ وَالدَّوَاءَ يَمُوتُ؟ Fath al-Mawṣilī رحمه الله berkata: Bukankah orang sakit apabila dicegah dari makanan, minuman, dan obat, ia akan mati? قَالُوا: بَلَى Mereka menjawab: Benar. قَالَ: كَذَلِكَ الْقَلْبُ إِذَا مُنِعَ عَنْهُ الْحِكْمَةُ وَالْعِلْمُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ يَمُوتُ Ia berkata: Demikian pula hati, apabila dihalangi darinya hikmah dan ilmu selama tiga hari, maka ia akan mati. وَلَقَدْ صَدَقَ Dan sungguh ia telah berkata benar. فَإِنَّ غِذَاءَ الْقَلْبِ الْعِلْمُ وَالْحِكْمَةُ Sesungguhnya makanan hati adalah ilm...

Keutamaan Ilmu #2

 وَقَالَ ﷺ: Dan Rasulullah ﷺ bersabda: «أَفْضَلُ النَّاسِ الْمُؤْمِنُ الْعَالِمُ» “Sebaik-baik manusia adalah seorang mukmin yang berilmu, الَّذِي إِنِ احْتِيجَ إِلَيْهِ نَفَعَ yang apabila dibutuhkan, ia memberi manfaat, وَإِنِ اسْتُغْنِيَ عَنْهُ أَغْنَىٰ نَفْسَهُ» dan apabila tidak dibutuhkan, ia mencukupkan dirinya sendiri.” وَقَالَ ﷺ: Dan beliau ﷺ bersabda: «الْإِيمَانُ عُرْيَانٌ» “Iman itu telanjang, وَلِبَاسُهُ التَّقْوَىٰ dan pakaiannya adalah takwa, وَزِينَتُهُ الْحَيَاءُ hiasannya adalah rasa malu, وَثَمَرَتُهُ الْعِلْمُ» dan buahnya adalah ilmu.” وَقَالَ ﷺ: Dan beliau ﷺ bersabda: «أَقْرَبُ النَّاسِ مِنْ دَرَجَةِ النُّبُوَّةِ أَهْلُ الْعِلْمِ وَالْجِهَادِ» “Orang yang paling dekat derajatnya dengan kenabian adalah para ahli ilmu dan ahli jihad. أَمَّا أَهْلُ الْعِلْمِ Adapun para ahli ilmu, فَدَلُّوا النَّاسَ عَلَىٰ مَا جَاءَتْ بِهِ الرُّسُلُ mereka menunjukkan manusia kepada ajaran yang dibawa para rasul. وَأَمَّا أَهْلُ الْجِهَادِ Sedangkan para ahli jihad, فَجَاهَدُوا ب...

Keutamaan Ilmu #1

فَضِيلَةُ الْعِلْمِ Keutamaan ilmu شَوَاهِدُهَا مِنَ الْقُرْآنِ Dalil-dalilnya berasal dari Al-Qur’an. قَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ: Firman Allah Yang Mahamulia: ﴿شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ﴾ “Allah bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Dia, begitu pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu, dengan menegakkan keadilan.” فَانْظُرْ كَيْفَ بَدَأَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِنَفْسِهِ Perhatikanlah bagaimana Dia—Mahasuci dan Mahatinggi—memulai dengan menyebut diri-Nya sendiri, وَثَنَّى بِالْمَلَائِكَةِ kemudian menyebut para malaikat, وَثَلَّثَ بِأَهْلِ الْعِلْمِ lalu menyebut orang-orang yang berilmu sebagai urutan ketiga. وَنَاهِيكَ بِهَذَا شَرَفًا وَفَضْلًا وَجَلَاءً وَنُبْلًا Cukuplah hal ini sebagai kemuliaan, keutamaan, keagungan, dan keluhuran derajat. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: Dan Allah Ta‘ala berfirman: ﴿يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ﴾ “Allah mengangkat orang...

Pendahuluan

كِتَابُ الْعِلْمِ Kitab tentang ilmu. وَفِيهِ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ Dan di dalamnya terdapat tujuh bab. اَلْبَابُ الْأَوَّلُ فِي فَضْلِ الْعِلْمِ وَالتَّعْلِيمِ وَالتَّعَلُّمِ Bab pertama tentang keutamaan ilmu, mengajar, dan belajar. اَلْبَابُ الثَّانِي فِي فَرْضِ الْعَيْنِ وَفَرْضِ الْكِفَايَةِ مِنَ الْعُلُومِ Bab kedua tentang kewajiban individu (fardu ‘ain) dan kewajiban kolektif (fardu kifayah) dalam berbagai ilmu. وَبَيَانِ حَدِّ الْفِقْهِ وَالْكَلَامِ مِنْ عِلْمِ الدِّينِ Serta penjelasan batasan ilmu fikih dan ilmu kalam sebagai bagian dari ilmu agama. وَبَيَانِ عِلْمِ الْآخِرَةِ وَعِلْمِ الدُّنْيَا Dan penjelasan tentang ilmu akhirat dan ilmu dunia. اَلْبَابُ الثَّالِثُ فِيمَا تَعُدُّهُ الْعَامَّةُ مِنْ عُلُومِ الدِّينِ وَلَيْسَ مِنْهُ Bab ketiga tentang hal-hal yang dianggap oleh orang awam sebagai ilmu agama, padahal bukan bagian darinya. وَفِيهِ بَيَانُ جِنْسِ الْعِلْمِ الْمَذْمُومِ وَقَدْرِهِ Di dalamnya terdapat penjelasan tentang jenis ilmu yang tercela dan batasannya. اَلْ...

Pendahuluan #3

 وَأَذْكُرُ مِنْ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْ تِلْكَ الأَخْلَاقِ حَدَّهُ وَحَقِيقَتَهُ، ثُمَّ أَذْكُرُ سَبَبَهُ الَّذِي مِنْهُ يَتَوَلَّدُ، ثُمَّ الآفَاتَ الَّتِي عَلَيْهَا تَتَرَتَّبُ، ثُمَّ العَلَامَاتِ الَّتِي بِهَا تُتَعَرَّفُ، ثُمَّ طُرُقَ المُعَالَجَةِ الَّتِي بِهَا مِنْهَا يَتَخَلَّصُ، كُلُّ ذٰلِكَ مَقْرُونًا بِشَوَاهِدِ الآيَاتِ وَالأَخْبَارِ وَالآثَارِ. Untuk setiap akhlak itu, aku menyebutkan batas dan hakikatnya; kemudian sebab yang melahirkannya; lalu bahaya-bahaya yang muncul darinya; lalu tanda-tanda untuk mengenalinya; lalu cara-cara pengobatan untuk melepaskan diri darinya—semuanya disertai dalil ayat, hadis, dan atsar. وَأَمَّا رُبْعُ المُنْجِيَاتِ فَأَذْكُرُ فِيهِ كُلَّ خُلُقٍ مَحْمُودٍ وَخَصْلَةٍ مَرْغُوبٍ فِيهَا مِنْ خِصَالِ المُقَرَّبِينَ وَالصِّدِّيقِينَ الَّتِي بِهَا يَتَقَرَّبُ العَبْدُ مِنْ رَبِّ العَالَمِينَ. Adapun bagian perkara-perkara yang menyelamatkan, maka aku menyebutkan di dalamnya setiap akhlak terpuji dan sifat yang diinginkan dari sifat-sifat orang-orang...

Pendahuluan #2

فَأَمَّا عِلْمُ طَرِيقِ الآخِرَةِ، وَمَا دَرَجَ عَلَيْهِ السَّلَفُ الصَّالِحُ، مِمَّا سَمَّاهُ اللهُ سُبْحَانَهُ فِي كِتَابِهِ فِقْهًا وَحِكْمَةً وَعِلْمًا وَضِيَاءً وَنُورًا وَهُدًى وَرُشْدًا، فَقَدْ أَصْبَحَ مِنْ بَيْنِ الخَلْقِ مَطْوِيًّا، وَصَارَ نِسْيًا مَنْسِيًّا. Adapun ilmu tentang jalan menuju akhirat—dan apa yang ditempuh oleh para salaf yang saleh—yang oleh Allah سبحانه dalam Kitab-Nya disebut sebagai fikih, hikmah, ilmu, cahaya, sinar, petunjuk, dan bimbingan, maka ilmu itu telah menjadi sesuatu yang “terlipat” di tengah manusia (tidak tampak dan tidak digeluti), bahkan menjadi sesuatu yang dilupakan. وَلَمَّا كَانَ هٰذَا ثَلْمًا فِي الدِّينِ مُلِمًّا، وَخَطْبًا مُدْلَهِمًّا، رَأَيْتُ الِاشْتِغَالَ بِتَحْرِيرِ هٰذَا الكِتَابِ مُهِمًّا. Ketika keadaan ini menjadi keretakan besar pada agama yang menyebar, dan musibah yang amat kelam, aku memandang menyusun kitab ini sebagai sesuatu yang penting. إِحْيَاءً لِعُلُومِ الدِّينِ، وَكَشْفًا عَنْ مَنَاهِجِ الأَئِمَّةِ المُتَقَدِّمِي...

Pendahuluan #1

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. أَحْمَدُ اللهَ أَوَّلًا حَمْدًا كَثِيرًا مُتَوَالِيًا، وَإِنْ كَانَ يَتَضَاءَلُ دُونَ حَقِّ جَلَالِهِ حَمْدَ الحَامِدِينَ. Aku memuji Allah pertama-tama dengan pujian yang banyak dan berkesinambungan, meskipun pujian itu tetap tidak sebanding dengan hak keagungan-Nya—bahkan dibanding pujian orang-orang yang memuji. وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى رُسُلِهِ ثَانِيًا صَلَاةً تَسْتَغْرِقُ مَعَ سَيِّدِ البَشَرِ سَائِرَ المُرْسَلِينَ. Dan kedua, aku bershalawat serta mengucapkan salam kepada para rasul-Nya—shalawat yang meliputi, bersama Pemimpin umat manusia, seluruh rasul yang diutus. وَأَسْتَخِيرُهُ تَعَالَى ثَالِثًا فِيمَا انْبَعَثَ عَزْمِي مِنْ تَحْرِيرِ كِتَابٍ فِي إِحْيَاءِ عُلُومِ الدِّينِ. Dan ketiga, aku memohon pilihan dan petunjuk kepada-Nya (istikharah) berkenaan dengan tekadku yang bangkit untuk menyusun sebuah kitab tentang menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama. وَأَنْتَدِبُ لِقَطْعِ تَعَ...