Pengaruh-Pengaruh Sima‘ dan Adab-Adabnya (4)
اَلْوَجْهُ السَّادِسُ . Alasan keenam. أَنَّ الْمُغَنِّيَ قَدْ يُغَنِّي بِبَيْتٍ لَا يُوَافِقُ حَالَ السَّامِعِ، فَيَكْرَهُهُ وَيَنْهَاهُ عَنْهُ، وَيَسْتَدْعِي غَيْرَهُ . Bahwa seorang penyanyi terkadang menyanyikan satu bait yang tidak sesuai dengan keadaan pendengar, lalu pendengar membencinya, melarangnya, dan meminta bait yang lain. فَلَيْسَ كُلُّ كَلَامٍ مُوَافِقًا لِكُلِّ حَالٍ . Tidak setiap perkataan cocok untuk setiap keadaan. فَلَوِ اجْتَمَعُوا فِي الدَّعَوَاتِ عَلَى الْقَارِئِ، فَرُبَّمَا يَقْرَأُ آيَةً لَا تُوَافِقُ حَالَهُمْ . Jika mereka berkumpul dalam undangan-undangan pada seorang qāri’, bisa jadi ia membaca satu ayat yang tidak sesuai dengan keadaan mereka. إِذِ الْقُرْآنُ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ كُلِّهِمْ عَلَى اخْتِلَافِ الْأَحْوَالِ . Karena Al-Qur’an adalah penyembuh bagi semua manusia, meskipun keadaan mereka beragam. فَآيَاتُ الرَّحْمَةِ شِفَاءُ الْخَائِفِ، وَآيَاتُ الْعَذَابِ شِفَاءُ الْمَغْرُورِ الْآمِنِ . Ayat-ayat rahmat adalah penyembuh bagi...