Kepedulian Pedagang Terhadap Agamanya
الْبَابُ الْخَامِسُ فِي شَفَقَةِ التَّاجِرِ عَلَىٰ دِينِهِ فِيمَا يَخُصُّهُ وَيَعُمُّ آخِرَتَهُ Bab kelima tentang kepedulian pedagang terhadap agamanya dalam hal yang khusus baginya dan yang mencakup akhiratnya. وَلَا يَنْبَغِي لِلتَّاجِرِ أَنْ يَشْغَلَهُ مَعَاشُهُ عَنْ مَعَادِهِ، فَيَكُونَ عُمْرُهُ ضَائِعًا وَصَفْقَتُهُ خَاسِرَةً، وَمَا يَفُوتُهُ مِنَ الرِّبْحِ فِي الْآخِرَةِ لَا يَفِي بِهِ مَا يَنَالُ فِي الدُّنْيَا، فَيَكُونَ قَدِ اشْتَرَى الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ . Tidak patut bagi pedagang bahwa urusan penghidupannya menyibukkannya dari akhiratnya, sehingga umurnya sia-sia dan perdagangannya merugi. Apa yang luput darinya berupa keuntungan di akhirat tidak akan terbayar oleh apa yang ia peroleh di dunia; berarti ia telah membeli kehidupan dunia dengan akhirat. بَلِ الْعَاقِلُ يَنْبَغِي أَنْ يُشْفِقَ عَلَىٰ نَفْسِهِ، وَشَفَقَتُهُ عَلَىٰ نَفْسِهِ تَحْفَظُ رَأْسَ مَالِهِ، وَرَأْسُ مَالِهِ دِينُهُ، وَتِجَارَتُهُ فِيهِ . Bahkan orang yang berakal hendaknya mengasih...