Kewajiban-Kewajiban Baru yang Muncul Karena Perjalanan (2)
فَأَمَّا مُقَابَلَةُ الْعَيْنِ فَإِنَّهَا تُعْرَفُ بِمَعْرِفَةِ مِقْدَارِ عَرْضِ مَكَّةَ عَنْ خَطِّ الِاسْتِوَاءِ . Adapun menghadap tepat bangunan diketahui dengan mengetahui lintang Makkah dari garis khatulistiwa. وَمِقْدَارِ دَرَجَاتِ طُولِهَا، وَهُوَ بُعْدُهَا عَنْ أَوَّلِ عِمَارَةٍ فِي الْمَشْرِقِ . Dan mengetahui bujur derajatnya, yaitu jaraknya dari titik awal permukiman di timur. ثُمَّ يُعْرَفُ ذٰلِكَ أَيْضًا فِي مَوْقِفِ الْمُصَلِّي . Kemudian hal itu juga diketahui pada tempat berdirinya orang yang salat. ثُمَّ يُقَابَلُ أَحَدُهُمَا بِالْآخَرِ . Lalu keduanya dicocokkan satu sama lain. وَيَحْتَاجُ فِيهِ إِلَى آلَاتٍ وَأَسْبَابٍ طَوِيلَةٍ . Itu membutuhkan alat dan proses yang panjang. وَالشَّرْعُ غَيْرُ مَبْنِيٍّ عَلَيْهَا قَطْعًا . Syariat sama sekali tidak dibangun di atas hal-hal seperti itu. فَإِذًا الْقَدْرُ الَّذِي لَا بُدَّ مِنْ تَعَلُّمِهِ مِنْ أَدِلَّةِ الْقِبْلَةِ: مَوْقِعُ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ عِنْدَ الزَّوَالِ، وَمَوْقِعُ الشَّمْسِ وَق...