Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Penjelasan Tentang Perbedaan Ilhām Dan Ta‘allum

  بَيَانُ الْفَرْقِ بَيْنَ الإِلْهَامِ وَالتَّعَلُّمِ، وَالْفَرْقِ بَيْنَ طَرِيقِ الصُّوفِيَّةِ فِي اسْتِكْشَافِ الْحَقِّ، وَطَرِيقِ النَّظَّارِ   Penjelasan tentang perbedaan ilhām dan ta‘allum, serta perbedaan jalan para sufi dalam menyingkap kebenaran dan jalan para ahli nazar (ilmuwan rasional) اِعْلَمْ أَنَّ الْعُلُومَ الَّتِي لَا تَكُونُ ضَرُورِيَّةً، وَإِنَّمَا تَحْصُلُ فِي الْقَلْبِ فِي بَعْضِ الْأَحْوَالِ، تَخْتَلِفُ حَالُ حُصُولِهَا   Ketahuilah bahwa ilmu-ilmu yang tidak bersifat darurat, tetapi muncul di dalam hati pada sebagian keadaan, cara turunnya berbeda-beda فَتَارَةً تَهْجُمُ عَلَى الْقَلْبِ كَأَنَّهَا أُلْقِيَتْ فِيهِ مِنْ حَيْثُ لَا يَدْرِي   Kadang ia menyerbu hati seolah-olah dilemparkan ke dalamnya tanpa ia mengetahui dari mana وَتَارَةً تُكْتَسَبُ بِطَرِيقِ الِاسْتِدْلَالِ وَالتَّعَلُّمِ   Dan kadang ia diperoleh lewat istidlal (penalaran) dan ta‘allum (belajar) فَالَّذِي يَحْصُلُ لَا بِطَرِيقِ الْاِكْتِسَابِ حِيلَةُ الدّ...

Penjelasan Tentang Keadaan Hati, Ditinjau Dari Bagian-Bagian Ilmu

  بَيَانُ حَالِ الْقَلْبِ بِالإِضَافَةِ إِلَى أَقْسَامِ الْعُلُومِ الْعَقْلِيَّةِ وَالدِّينِيَّةِ وَالدُّنْيَوِيَّةِ وَالْأُخْرَوِيَّةِ   Penjelasan tentang keadaan hati, ditinjau dari bagian-bagian ilmu: ilmu akal, ilmu agama, ilmu dunia, dan ilmu akhirat   اِعْلَمْ أَنَّ الْقَلْبَ بِغَرِيزَتِهِ مُسْتَعِدٌّ لِقَبُولِ حَقَائِقِ الْمَعْلُومَاتِ كَمَا سَبَقَ   Ketahuilah bahwa hati, dengan tabiatnya, siap menerima hakikat-hakikat yang diketahui, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya   وَلٰكِنَّ الْعُلُومَ الَّتِي تَحُلُّ فِيهِ تَنْقَسِمُ إِلَى عَقْلِيَّةٍ وَإِلَى شَرْعِيَّةٍ   Namun ilmu-ilmu yang menempati hati terbagi menjadi ilmu akal dan ilmu syariat   وَالْعَقْلِيَّةُ تَنْقَسِمُ إِلَى ضَرُورِيَّةٍ وَمُكْتَسَبَةٍ   Ilmu akal terbagi menjadi yang darurat (pasti sejak awal) dan yang diperoleh (mendapat melalui proses)   وَالْمُكْتَسَبَةُ إِلَى دُنْيَوِيَّةٍ وَأُخْرَوِيَّةٍ   Dan ilmu yang diperoleh terbagi menjadi ilm...