Postingan

Menampilkan postingan dengan label XX. Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar

Perintah dan Larangan terhadap Penguasa dan Sultan dari Kemungkaran (3)

وَعَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ قَالَ: لَمَّا وَلِيَ هَارُونُ الرَّشِيدُ الْخِلَافَةَ زَارَهُ الْعُلَمَاءُ فَهَنَّئُوهُ بِمَا صَارَ إِلَيْهِ مِنْ أَمْرِ الْخِلَافَةِ . Diriwayatkan dari Abu 'Imran al-Jauni, ia berkata: "Tatkala Harun al-Rasyid menjabat sebagai khalifah, para ulama mengunjunginya untuk mengucapkan selamat atas jabatan khilafah yang kini ia pegang." فَفَتَحَ بُيُوتَ الْأَمْوَالِ وَأَقْبَلَ يُجِيزُهُمْ بِالْجَوَائِزِ السَّنِيَّةِ . Maka ia pun membuka baitul mal (perbendaharaan negara) dan mulai memberikan mereka berbagai pemberian yang mewah. وَكَانَ قَبْلَ ذَلِكَ يُجَالِسُ الْعُلَمَاءَ وَالزُّهَّادَ وَكَانَ يُظْهِرُ النُّسُكَ وَالتَّقَشُّفَ . Padahal sebelum itu, ia terbiasa duduk bersama para ulama dan orang-orang zuhud, serta senantiasa menampakkan ibadah dan kesederhanaan hidup. وَكَانَ مُؤَاخِيًا لِسُفْيَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ الْمُنْذِرِ الثَّوْرِيِّ قَدِيمًا فَهَجَرَهُ سُفْيَانُ وَلَمْ يَزُرْهُ . Ia juga telah lama menjalin persaudar...