Doa Ma'tsurah Pada Waktu dan Keadaan Tertentu
الْبَابُ الْخَامِسُ فِي الْأَدْعِيَةِ الْمَأْثُورَةِ عِنْدَ حُدُوثِ كُلِّ حَادِثٍ مِنَ الْحَوَادِثِ
Bab kelima tentang doa-doa ma’tsur yang dibaca ketika
terjadi setiap peristiwa.
إِذَا
أَصْبَحْتَ وَسَمِعْتَ الْأَذَانَ فَيُسْتَحَبُّ لَكَ جَوَابُ الْمُؤَذِّنِ،
وَقَدْ ذَكَرْنَاهُ، وَذَكَرْنَا أَدْعِيَةَ دُخُولِ الْخَلَاءِ وَالْخُرُوجِ
مِنْهُ، وَأَدْعِيَةَ الْوُضُوءِ فِي كِتَابِ الطَّهَارَةِ.
Apabila engkau telah pagi dan mendengar azan, maka
dianjurkan bagimu untuk menjawab muazin. Hal itu telah kami sebutkan. Kami juga
telah menyebut doa-doa ketika masuk ke tempat buang hajat dan keluar darinya,
serta doa-doa wudu, dalam Kitab Thaharah.
فَإِذَا
خَرَجْتَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَقُلْ: اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِي
لِسَانِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا،
وَاجْعَلْ خَلْفِي نُورًا، وَأَمَامِي نُورًا، وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا،
اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا.
Maka apabila engkau keluar menuju masjid, ucapkanlah: “Ya
Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di lisanku cahaya, di pendengaranku
cahaya, di penglihatanku cahaya, di belakangku cahaya, di depanku cahaya, dan
di atasku cahaya. Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku cahaya.”
وَقُلْ
أَيْضًا: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ، وَبِحَقِّ
مَمْشَايَ هٰذَا إِلَيْكَ، فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا
رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً، خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ،
فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُنْقِذَنِي مِنَ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي،
إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Dan ucapkan pula: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan
hak orang-orang yang meminta kepada-Mu, dan dengan hak langkah kakiku ini
menuju-Mu. Aku tidak keluar karena congkak, tidak karena sombong, tidak karena
riya, dan tidak karena mencari nama; aku keluar untuk menghindari kemurkaan-Mu
dan mencari keridaan-Mu. Maka aku memohon kepada-Mu agar Engkau menyelamatkanku
dari neraka dan mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni
dosa selain Engkau.”
فَإِنْ
خَرَجْتَ مِنَ الْمَنْزِلِ لِحَاجَةٍ فَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ، رَبِّ، أَعُوذُ بِكَ
أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ. بِسْمِ
اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ. بِسْمِ اللَّهِ، التَّكَلُّانُ عَلَى اللَّهِ.
Apabila engkau keluar dari rumah untuk suatu keperluan, maka
ucapkanlah: “Dengan nama Allah, wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu agar aku
tidak menzalimi dan tidak dizalimi, tidak berbuat bodoh dan tidak diperlakukan
bodoh. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tiada daya dan
kekuatan kecuali dengan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung. Dengan nama
Allah, bertawakal kepada Allah.”
فَإِذَا
انْتَهَيْتَ إِلَى الْمَسْجِدِ تُرِيدُ دُخُولَهُ فَقُلْ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، وَسَلِّمْ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جَمِيعَ
ذُنُوبِي، وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.
Apabila engkau telah sampai di masjid dan hendak
memasukinya, maka ucapkanlah: “Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Muhammad
dan keluarga Muhammad, dan limpahkanlah keselamatan. Ya Allah, ampunilah
seluruh dosaku dan bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
وَقَدِّمْ
رِجْلَكَ الْيُمْنَى فِي الدُّخُولِ، وَإِذَا رَأَيْتَ فِي الْمَسْجِدِ مَنْ
يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فَقُلْ: لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ، وَإِذَا
رَأَيْتَ مَنْ يَنْشُدُ ضَالَّةً فِي الْمَسْجِدِ فَقُلْ: لَا رَدَّهَا اللَّهُ
عَلَيْكَ.
Dan dahulukanlah kaki kanan ketika masuk. Apabila engkau
melihat seseorang di masjid sedang menjual atau membeli, maka ucapkanlah:
“Semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam perniagaanmu.” Dan apabila engkau
melihat seseorang mencari barang hilang di masjid, maka ucapkanlah: “Semoga
Allah tidak mengembalikannya kepadamu.”
فَإِذَا
صَلَّيْتَ رَكْعَتَيِ الصُّبْحِ فَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي
أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي.
Apabila engkau telah salat dua rakaat Subuh, maka
ucapkanlah: “Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu
rahmat dari sisi-Mu yang dengannya Engkau memberi petunjuk kepada hatiku.”
فَإِذَا
رَكَعْتَ فَقُلْ فِي رُكُوعِكَ: اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَلَكَ خَشَعْتُ،
وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، أَنْتَ رَبِّي،
خَشَعَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَمُخِّي وَعَظْمِي وَعَصَبِي وَمَا اسْتَقَلَّتْ بِهِ
قَدَمِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Apabila engkau rukuk, maka ucapkanlah dalam rukukmu: “Ya
Allah, kepada-Mu aku rukuk, kepada-Mu aku khusyuk, kepada-Mu aku beriman,
kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku bertawakal. Engkaulah Rabbku.
Pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, urat-uratku, dan apa yang
dipijak oleh kedua kakiku telah khusyuk kepada Allah, Rabb semesta alam.”
وَإِنْ
أَحْبَبْتَ فَقُلْ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، أَوْ:
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ، رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ.
Dan jika engkau mau, ucapkanlah: “Maha Suci Rabbku Yang
Mahaagung,” sebanyak tiga kali; atau: “Maha Suci lagi Maha Kudus, Rabb para
malaikat dan Ruh.”
فَإِذَا
رَفَعْتَ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ فَقُلْ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ،
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا
شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ
الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ، لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ
لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
Apabila engkau mengangkat kepalamu dari rukuk, maka
ucapkanlah: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, bagi-Mu
segala puji sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa pun yang Engkau
kehendaki setelah itu. Wahai Zat yang berhak atas pujian dan kemuliaan, inilah
ucapan yang paling benar yang diucapkan seorang hamba. Kami semua adalah
hamba-Mu. Tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada
yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Dan tidak bermanfaat di sisi-Mu
kekayaan orang yang kaya.”
وَإِذَا
سَجَدْتَ فَقُلْ: اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ،
سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ،
فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ. اللَّهُمَّ سَجَدَ لَكَ سَوَادِي
وَخَيَالِي، وَآمَنَ بِكَ فُؤَادِي، أَبُوءُ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ
بِذَنْبِي، وَهٰذَا مَا جَنَيْتُ عَلَى نَفْسِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا
يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Apabila engkau sujud, maka ucapkanlah: “Ya Allah, kepada-Mu
aku sujud, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku
bersujud kepada Zat yang menciptakannya, membentuknya, dan membelah pendengaran
serta penglihatannya. Maha Berkah Allah, sebaik-baik Pencipta. Ya Allah,
kepada-Mu sujud seluruh jasadku dan bayanganku, dan hatiku beriman kepada-Mu.
Aku mengakui nikmat-Mu atasku dan mengakui dosaku. Inilah perbuatan yang
kulakukan terhadap diriku sendiri, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada
yang mengampuni dosa selain Engkau.”
أَوْ
تَقُولَ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ.
Atau engkau mengucapkan: “Maha Suci Rabbku Yang Mahatinggi,”
sebanyak tiga kali.
فَإِذَا
فَرَغْتَ مِنَ الصَّلَاةِ فَقُلْ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ
السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.
Apabila engkau selesai dari salat, maka ucapkanlah: “Ya
Allah, Engkaulah As-Salam, dan dari-Mu keselamatan. Maha Berkah Engkau, wahai
Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”
وَتَدْعُو
بِسَائِرِ الْأَدْعِيَةِ الَّتِي ذَكَرْنَاهَا.
Dan berdoalah dengan doa-doa lain yang telah kami sebutkan.
فَإِذَا
قُمْتَ مِنَ الْمَجْلِسِ وَأَرَدْتَ دُعَاءً يُكَفِّرُ لَغْوَ الْمَجْلِسِ فَقُلْ:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ،
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي،
فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Apabila engkau bangkit dari majelis dan menginginkan doa
yang menghapus kesia-siaan majelis, maka ucapkanlah: “Maha Suci Engkau, ya
Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau. Aku
memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu. Aku telah berbuat buruk dan
menzalimi diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni
dosa selain Engkau.”
فَإِذَا
دَخَلْتَ السُّوقَ فَقُلْ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ،
لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ،
بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
Apabila engkau masuk ke pasar, maka ucapkanlah: “Tiada tuhan
selain Allah, satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan
bagi-Nya segala puji. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia hidup tidak akan
mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
بِسْمِ
اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ السُّوقِ، وَخَيْرَ مَا
فِيهَا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا،
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُصِيبَ فِيهَا يَمِينًا فَاجِرَةً أَوْ
صَفْقَةً خَاسِرَةً.
Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
kepada-Mu kebaikan pasar ini dan kebaikan yang ada di dalamnya. Ya Allah,
sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang ada
di dalamnya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak
mendapatkan sumpah palsu atau transaksi yang merugi di dalamnya.
فَإِنْ
كَانَ عَلَيْكَ دَيْنٌ فَقُلْ: اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ،
وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
Apabila engkau mempunyai utang, maka ucapkanlah: “Ya Allah,
cukupkanlah aku dengan yang halal-Mu dari yang haram-Mu, dan kayakanlah aku
dengan karunia-Mu dari selain-Mu.”
فَإِذَا
لَبِسْتَ ثَوْبًا جَدِيدًا فَقُلْ: اللَّهُمَّ كَسَوْتَنِي هٰذَا الثَّوْبَ،
فَلَكَ الْحَمْدُ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ
بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ.
Apabila engkau mengenakan pakaian baru, maka ucapkanlah: “Ya
Allah, Engkau telah memberiku pakaian ini, maka bagi-Mu segala puji. Aku
memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan untuk apa ia dibuat, dan aku
berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan untuk apa ia dibuat.”
وَإِذَا
رَأَيْتَ شَيْئًا مِنَ الطِّيَرَةِ تَكْرَهُهُ فَقُلْ: اللَّهُمَّ لَا يَأْتِي
بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا يَذْهَبُ بِالسَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ،
وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ.
Apabila engkau melihat sesuatu yang termasuk pertanda buruk
dan engkau membencinya, maka ucapkanlah: “Ya Allah, tidak ada yang mendatangkan
kebaikan kecuali Engkau, dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali
Engkau. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”
وَإِذَا
رَأَيْتَ الْهِلالَ فَقُلْ: اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ
وَالْإِيمَانِ، وَالْبِرِّ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا
تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَالْحِفْظِ عَمَّنْ تَسْخَطُ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ.
وَيَقُولُ: هِلَالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ، آمَنْتُ بِخَالِقِكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي
أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذَا الشَّهْرِ وَخَيْرَ الْقَدْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ
يَوْمِ الْحَشْرِ.
Apabila engkau melihat hilal, maka ucapkanlah: “Ya Allah,
tampakkanlah hilal ini kepada kami dengan keamanan dan iman, kebajikan dan
keselamatan, Islam dan taufik kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai,
serta perlindungan dari apa yang Engkau murkai. Rabbku dan Rabbmu adalah
Allah.” Dan ucapkan: “Hilal petunjuk dan kebaikan, aku beriman kepada
Penciptamu.” Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini
dan kebaikan ketentuan takdir, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hari
kebangkitan.
وَتُكَبِّرُ
قَبْلَهُ أَوَّلًا ثَلَاثًا.
Dan sebelumnya, bertakbirlah terlebih dahulu sebanyak tiga
kali.
وَإِذَا
هَبَّتِ الرِّيحُ فَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ الرِّيحِ،
وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا
وَشَرِّ مَا فِيهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ.
Apabila angin berhembus, maka ucapkanlah: “Ya Allah,
sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di
dalamnya, dan kebaikan untuk apa ia diutus. Kami berlindung kepada-Mu dari
keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan untuk apa ia
diutus.”
وَإِذَا
بَلَغَكَ وَفَاةُ أَحَدٍ فَقُلْ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ،
وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللَّهُمَّ اكْتُبْهُ فِي
الْمُحْسِنِينَ، وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي عِلِّيِّينَ، وَاخْلُفْهُ عَلَىٰ
عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِينَ، اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا
تَفْتِنَّا بَعْدَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ.
Apabila sampai kepadamu berita wafat seseorang, maka
ucapkanlah: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Dan
sesungguhnya kepada Rabb kami-lah kami akan kembali. Ya Allah, tuliskanlah ia
bersama orang-orang yang berbuat baik, jadikanlah catatannya di ‘Illiyyin, dan
gantikanlah ia bagi keturunannya di antara orang-orang yang tinggal. Ya Allah,
janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, janganlah Engkau jadikan kami
terkena fitnah sesudahnya, dan ampunilah kami serta dia.”
وَتَقُولُ
عِنْدَ التَّصَدُّقِ: رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ.
Dan engkau mengucapkan ketika bersedekah: “Wahai Rabb kami,
terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.”
وَتَقُولُ
عِنْدَ الْخُسْرَانِ: عَسَىٰ رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا إِنَّا
إِلَىٰ رَبِّنَا رَاغِبُونَ.
Dan engkau mengucapkan ketika mengalami kerugian:
“Mudah-mudahan Rabb kami menggantinya untuk kami dengan yang lebih baik dari
padanya. Sesungguhnya kami sangat berharap kepada Rabb kami.”
وَتَقُولُ
عِنْدَ ابْتِدَاءِ الْأُمُورِ: رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ
لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي.
Dan engkau mengucapkan ketika memulai urusan: “Wahai Rabb
kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan sediakanlah bagi kami
petunjuk yang lurus dari urusan kami. Wahai Rabbku, lapangkanlah dadaku dan
mudahkanlah urusanku.”
وَتَقُولُ
عِنْدَ النَّظَرِ إِلَى السَّمَاءِ: رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا
سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ
بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا.
Dan engkau mengucapkan ketika memandang langit: “Wahai Rabb
kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari azab neraka. Maha Berkah Zat yang menjadikan di langit
gugusan-gugusan bintang dan menjadikan padanya lampu dan bulan yang bercahaya.”
وَإِذَا
سَمِعْتَ صَوْتَ الرَّعْدِ فَقُلْ: سُبْحَانَ مَنْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ
بِحَمْدِهِ، وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ.
Apabila engkau mendengar suara petir, maka ucapkanlah: “Maha
Suci Zat yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, dan para malaikat bertasbih
karena takut kepada-Nya.”
فَإِنْ
رَأَيْتَ الصَّوَاعِقَ فَقُلْ: اللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلَا
تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذٰلِكَ.
Apabila engkau melihat kilat menyambar, maka ucapkanlah: “Ya
Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan kemurkaan-Mu, janganlah Engkau
binasakan kami dengan azab-Mu, dan berilah kami keselamatan sebelum itu.”
فَإِذَا
أَمْطَرَتِ السَّمَاءُ فَقُلْ: اللَّهُمَّ سَقْيًا هَنِيئًا وَصَيِّبًا نَافِعًا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبَ رَحْمَةٍ وَلَا تَجْعَلْهُ صَيِّبَ عَذَابٍ.
Apabila langit menurunkan hujan, maka ucapkanlah: “Ya Allah,
turunkanlah hujan yang menyenangkan dan hujan yang bermanfaat. Ya Allah,
jadikanlah ia hujan rahmat dan jangan jadikan ia hujan azab.”
فَإِذَا
غَضِبْتَ فَقُلْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِي،
وَأَجِرْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.
Apabila engkau marah, maka ucapkanlah: “Ya Allah, ampunilah
dosaku dan hilangkanlah amarah dari hatiku, serta lindungilah aku dari setan
yang terkutuk.”
فَإِذَا
خِفْتَ قَوْمًا فَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِمْ، وَنَعُوذُ
بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ.
Apabila engkau takut kepada suatu kaum, maka ucapkanlah: “Ya
Allah, sesungguhnya kami menjadikan-Mu di hadapan leher mereka, dan kami
berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka.”
فَإِذَا
غَزَوْتَ فَقُلْ: اللَّهُمَّ أَنْتَ عَضُدِي وَنَصِيرِي، وَبِكَ أُقَاتِلُ.
Apabila engkau berperang, maka ucapkanlah: “Ya Allah,
Engkaulah penolongku dan pembantuku, dan dengan-Mu aku berperang.”
وَإِذَا
طَنَّتْ أُذُنُكَ فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
وَقُلْ: ذَكَرَ اللَّهُ مَنْ ذَكَرَنِي بِخَيْرٍ.
Apabila telingamu berdengung, maka bersalawatlah kepada
Muhammad ﷺ
dan ucapkanlah: “Semoga Allah mengingat orang yang mengingatku dengan
kebaikan.”
فَإِذَا
رَأَيْتَ اسْتِجَابَةَ دُعَائِكَ فَقُلْ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِعِزَّتِهِ
وَجَلَالِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ.
Apabila engkau melihat doa-doamu dikabulkan, maka
ucapkanlah: “Segala puji bagi Allah, yang dengan keperkasaan dan keagungan-Nya
segala amal saleh menjadi sempurna.”
وَإِذَا
أَبْطَأَتْ فَقُلْ: الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَىٰ كُلِّ حَالٍ.
Apabila ia terlambat, maka ucapkanlah: “Segala puji bagi
Allah dalam setiap keadaan.”
وَإِذَا
سَمِعْتَ أَذَانَ الْمَغْرِبِ فَقُلْ: اللَّهُمَّ هٰذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ
وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ، وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ وَحُضُورُ صَلَوَاتِكَ، أَسْأَلُكَ
أَنْ تَغْفِرَ لِي.
Apabila engkau mendengar azan Magrib, maka ucapkanlah: “Ya
Allah, ini adalah datangnya malam-Mu, berlalunya siang-Mu, suara para
penyeru-Mu, dan tibanya salat-salat-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar Engkau
mengampuniku.”
وَإِذَا
أَصَابَكَ هَمٌّ فَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ
أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ،
أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ
فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ
فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ
صَدْرِي وَجَلَاءَ هَمِّي وَذَهَابَ حُزْنِي وَغَمِّي.
Apabila engkau tertimpa kesedihan, maka ucapkanlah: “Ya
Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, dan anak dari
hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Berlaku padaku
ketetapan-Mu, dan adil pada diriku keputusan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan
setiap nama yang merupakan milik-Mu, yang Engkau gunakan untuk menamai diri-Mu,
atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang
makhluk-Mu, atau Engkau simpan khusus dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau
menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang
kesedihanku, dan penghapus duka serta kegelisahanku.”
قَالَ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَصَابَ أَحَدًا حُزْنٌ فَقَالَ ذٰلِكَ
إِلَّا أَذْهَبَ اللَّهُ هَمَّهُ وَأَبْدَلَهُ مَكَانَهُ فَرَحًا.
Rasulullah ﷺ
bersabda: “Tidaklah seseorang ditimpa kesedihan lalu ia mengucapkan doa itu
melainkan Allah akan menghilangkan kesedihannya dan menggantinya dengan
kegembiraan.”
وَإِذَا
وَجَدْتَ وَجَعًا فِي جَسَدِكَ أَوْ جَسَدِ غَيْرِكَ فَارْقِهِ بِرُقْيَةِ رَسُولِ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ إِذَا اشْتَكَى الْإِنْسَانُ
قُرْحَةً أَوْ جُرْحًا وَضَعَ إِصْبَعَهُ عَلَى الْأَرْضِ ثُمَّ رَفَعَهَا
وَقَالَ: بِسْمِ اللَّهِ، تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى
سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا.
Apabila engkau merasakan sakit pada tubuhmu atau pada tubuh
orang lain, maka obatilah dengan ruqyah Rasulullah ﷺ. Beliau apabila seseorang mengeluh karena
borok atau luka, meletakkan jarinya ke tanah, lalu mengangkatnya, kemudian
berkata: “Dengan nama Allah. Debu tanah kami, dengan ludah sebagian kami,
menyembuhkan orang sakit kami dengan izin Rabb kami.”
وَإِذَا
وَجَدْتَ وَجَعًا فِي جَسَدِكَ فَضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي يَأْلَمُ مِنْ
جَسَدِكَ، وَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ
بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ.
Apabila engkau merasakan sakit pada tubuhmu, letakkanlah
tanganmu pada bagian tubuh yang sakit, lalu ucapkanlah “Dengan nama Allah” tiga
kali, dan ucapkan tujuh kali: “Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan
kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang aku rasakan dan aku khawatirkan.”
فَإِذَا
أَصَابَكَ كَرْبٌ فَقُلْ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَلِيُّ الْحَلِيمُ، لَا
إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ.
Apabila engkau ditimpa kesempitan, maka ucapkanlah: “Tiada
tuhan selain Allah, Yang Mahatinggi lagi Maha Penyantun. Tiada tuhan selain
Allah, Rabb Arasy yang agung. Tiada tuhan selain Allah, Rabb tujuh langit dan
Rabb Arasy yang mulia.”
فَإِنْ
أَرَدْتَ النَّوْمَ فَتَوَضَّأْ أَوَّلًا، ثُمَّ تَوَسَّدْ عَلَىٰ يَمِينِكَ
مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، ثُمَّ كَبِّرِ اللَّهَ تَعَالَىٰ أَرْبَعًا
وَثَلَاثِينَ، وَسَبِّحْهُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَاحْمَدْهُ ثَلَاثًا
وَثَلَاثِينَ.
Apabila engkau hendak tidur, maka berwudulah terlebih
dahulu, kemudian berbaringlah di atas sisi kananmu menghadap kiblat, lalu
bertakbirlah kepada Allah تعالى
sebanyak tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, dan
bertahmidlah tiga puluh tiga kali.
ثُمَّ
قُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ
عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي لَا أَسْتَطِيعُ أَنْ
أَبْلُغَ ثَنَاءً عَلَيْكَ وَلَوْ حَرَصْتُ، وَلَكِنْ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ
عَلَىٰ نَفْسِكَ. اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ. اللَّهُمَّ رَبَّ
السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، فَالِقَ
الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ،
أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ
آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ
الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ
شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ
وَأَغْنِنِي مِنَ الْفَقْرِ.
Kemudian ucapkanlah: “Ya Allah, aku berlindung dengan
keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan perlindungan-Mu dari hukuman-Mu, dan aku
berlindung kepada-Mu dari-Mu. Ya Allah, aku tidak mampu memuji-Mu dengan
sebenar-benar pujian sekalipun aku bersungguh-sungguh, tetapi Engkau adalah
sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup
dan aku mati. Ya Allah, Rabb langit, Rabb bumi, dan Rabb segala sesuatu serta
Pemiliknya, Yang membelah biji dan inti, Yang menurunkan Taurat, Injil, dan
Al-Qur’an, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan setiap makhluk yang memiliki
keburukan, dan dari keburukan setiap hewan melata yang ubun-ubunnya berada
dalam genggaman-Mu. Engkaulah Yang Awal, maka tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu.
Engkaulah Yang Akhir, maka tidak ada sesuatu pun sesudah-Mu. Engkaulah Yang
Zhahir, maka tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkaulah Yang Batin, maka tidak
ada sesuatu pun di bawah-Mu. Lunasilah utangku dan cukupkanlah aku dari
kefakiran.”
وَيَكُونُ
هٰذَا آخِرَ دُعَائِكَ، فَقَدْ أَمَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ بِذٰلِكَ.
Dan hendaklah ini menjadi akhir doamu, karena Rasulullah ﷺ
telah memerintahkan demikian.
وَلْيَقُلْ
قَبْلَ ذٰلِكَ: اللَّهُمَّ أَيْقِظْنِي فِي أَحَبِّ السَّاعَاتِ إِلَيْكَ،
وَاسْتَعْمِلْنِي بِأَحَبِّ الْأَعْمَالِ إِلَيْكَ، تُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ
زُلْفَىٰ، وَتُبَعِّدُنِي مِنْ سَخَطِكَ بُعْدًا، أَسْأَلُكَ فَتُعْطِينِي،
وَأَسْتَغْفِرُكَ فَتَغْفِرُ لِي، وَأَدْعُوكَ فَتَسْتَجِيبُ لِي.
Dan hendaklah sebelum itu ia mengatakan: “Ya Allah,
bangunkanlah aku pada waktu-waktu yang paling Engkau cintai, dan gunakanlah aku
pada amal-amal yang paling Engkau cintai, yang mendekatkanku kepada-Mu
sedekat-dekatnya dan menjauhkanku dari kemurkaan-Mu sejauh-jauhnya. Aku memohon
kepada-Mu lalu Engkau memberiku, aku memohon ampun kepada-Mu lalu Engkau
mengampuniku, dan aku berdoa kepada-Mu lalu Engkau mengabulkannya.”
فَإِذَا
اسْتَيْقَظْتَ مِنْ نَوْمِكَ عِنْدَ الصَّبَاحِ فَقُلْ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي
أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ.
Apabila engkau terbangun dari tidur pada waktu pagi, maka
ucapkanlah: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah
mematikan kami, dan kepada-Nya tempat kembali.”
أَصْبَحْنَا
وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْعَظَمَةُ وَالسُّلْطَانُ لِلَّهِ،
وَالْعِزَّةُ وَالْقُدْرَةُ لِلَّهِ.
Kami memasuki waktu pagi, dan kerajaan menjadi milik Allah;
keagungan dan kekuasaan milik Allah; kemuliaan dan kemampuan milik Allah.
أَصْبَحْنَا
عَلَىٰ فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ، وَكَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَىٰ دِينِ
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمِلَّةِ أَبِينَا
إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ.
Kami memasuki waktu pagi di atas fitrah Islam, kalimat
ikhlas, agama Nabi kami Muhammad ﷺ, dan ajaran ayah kami Ibrahim yang lurus, dan bukan termasuk
orang-orang musyrik.
اللَّهُمَّ
بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ،
وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ.
Ya Allah, dengan-Mu kami memasuki pagi, dengan-Mu kami
memasuki petang, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu
tempat kembali.
اللَّهُمَّ
إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَبْعَثَنَا فِي هٰذَا الْيَوْمِ إِلَىٰ كُلِّ خَيْرٍ،
وَنَعُوذُ بِكَ أَنْ نَجْتَرِحَ فِيهِ سُوءًا أَوْ نَجُرَّهُ إِلَىٰ مُسْلِمٍ،
فَإِنَّكَ قُلْتَ: وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا
جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُسَمًّى.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar Engkau
mengutus kami pada hari ini kepada segala kebaikan. Kami berlindung kepada-Mu
agar kami tidak melakukan keburukan pada hari ini atau menjerumuskannya kepada
seorang muslim. Karena Engkau telah berfirman: “Dan Dialah yang mewafatkan
kalian pada malam hari, dan Dia mengetahui apa yang kalian kerjakan pada siang
hari, kemudian Dia membangkitkan kalian padanya agar disempurnakan ajal yang
telah ditentukan.”
اللَّهُمَّ
فَالِقَ الْإِصْبَاحِ، وَجَاعِلَ اللَّيْلِ سَكَنًا، وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ
حُسْبَانًا، أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا فِيهِ، وَأَعُوذُ
بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا فِيهِ.
Ya Allah, wahai Zat yang membelah fajar, yang menjadikan
malam sebagai ketenangan, dan menjadikan matahari serta bulan sebagai
perhitungan waktu, aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan yang
ada di dalamnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan
yang ada di dalamnya.
بِسْمِ
اللَّهِ، مَا شَاءَ اللَّهُ، لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، مَا شَاءَ اللَّهُ،
كُلُّ نِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ، مَا شَاءَ اللَّهُ، الْخَيْرُ كُلُّهُ بِيَدِ
اللَّهِ، مَا شَاءَ اللَّهُ، لَا يَصْرِفُ السُّوءَ إِلَّا اللَّهُ.
Dengan nama Allah. Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi.
Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Apa yang dikehendaki Allah
pasti terjadi. Setiap nikmat berasal dari Allah. Apa yang dikehendaki Allah,
seluruh kebaikan berada di tangan Allah. Apa yang dikehendaki Allah, tidak ada
yang dapat memalingkan keburukan selain Allah.
رَضِيتُ
بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ نَبِيًّا.
Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan
Muhammad ﷺ
sebagai nabi.
رَبَّنَا
عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا، وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا، وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ.
Wahai Rabb kami, kepada-Mu kami bertawakal, kepada-Mu kami
kembali, dan kepada-Mu tempat kembali.
وَإِذَا
أَمْسَى قَالَ ذٰلِكَ، إِلَّا أَنَّهُ يَقُولُ: أَمْسَيْنَا، وَيَقُولُ مَعَ
ذٰلِكَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ وَأَسْمَائِهِ كُلِّهَا مِنْ
شَرِّ مَا ذَرَأَ وَبَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ
دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.
Apabila ia memasuki waktu petang, maka ia mengucapkan
seperti itu, hanya saja ia mengatakan: “Kami memasuki petang.” Dan ia juga
mengucapkan: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dan
semua nama-Nya dari keburukan apa yang Dia ciptakan, serta dari keburukan
setiap makhluk yang memiliki keburukan, dan dari keburukan setiap hewan melata
yang ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu. Sesungguhnya Rabbku berada di atas
jalan yang lurus.”
وَإِذَا
نَظَرْتَ فِي الْمِرْآةِ فَقُلْ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَوَّىٰ خَلْقِي
فَعَدَلَهُ، وَكَرَّمَ صُورَةَ وَجْهِي وَحَسَّنَهَا، وَجَعَلَنِي مِنَ
الْمُسْلِمِينَ.
Apabila engkau melihat ke cermin, maka ucapkanlah: “Segala
puji bagi Allah yang telah menyempurnakan penciptaanku lalu menyeimbangkannya,
memuliakan rupa wajahku dan memperindahnya, serta menjadikanku termasuk
orang-orang muslim.”
وَإِذَا
اشْتَرَيْتَ خَادِمًا أَوْ غُلَامًا أَوْ دَابَّةً فَخُذْ بِنَاصِيَتِهِ وَقُلْ:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ
بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ.
Apabila engkau membeli seorang pelayan, seorang budak, atau
seekor hewan tunggangan, maka peganglah ubun-ubunnya dan ucapkanlah: “Ya Allah,
sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan atas tabiat yang
telah ditanamkan padanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan
keburukan atas tabiat yang telah ditanamkan padanya.”
وَإِذَا
هَنَّأْتَ بِالنِّكَاحِ فَقُلْ: بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ،
وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ.
Apabila engkau memberi ucapan selamat atas pernikahan, maka
ucapkanlah: “Semoga Allah memberkahimu, melimpahkan berkah atasmu, dan
mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.”
وَإِذَا
قَضَيْتَ الدَّيْنَ فَقُلْ لِلْمَقْضِيِّ لَهُ: بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ
وَمَالِكَ، فَإِنَّهُ قَدْ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا
جَزَاءُ السَّلَفِ الْحَمْدُ وَالْأَدَاءُ.
Apabila engkau melunasi utang, maka ucapkanlah kepada orang
yang utangnya telah dilunasi: “Semoga Allah memberkahimu pada keluargamu dan
hartamu.” Karena Nabi ﷺ
bersabda: “Balasan pinjaman hanyalah pujian dan pelunasan.”
فَهٰذِهِ
أَدْعِيَةٌ لَا يَسْتَغْنِي الْمُرِيدُ عَنْ حِفْظِهَا، وَمَا سِوَى ذٰلِكَ مِنْ
أَدْعِيَةِ السَّفَرِ وَالصَّلَاةِ وَالْوُضُوءِ ذَكَرْنَاهَا فِي كِتَابِ
الْحَجِّ وَالصَّلَاةِ وَالطَّهَارَةِ.
Maka inilah doa-doa yang tidak boleh tidak dihafal oleh
seorang pencari. Adapun selain itu, berupa doa-doa safar, salat, dan wudu,
telah kami sebutkan dalam Kitab Haji, Salat, dan Thaharah.
فَإِنْ
قُلْتَ: فَمَا فَائِدَةُ الدُّعَاءِ وَالْقَضَاءُ لَا مَرَدَّ لَهُ؟
Jika engkau bertanya: lalu apa faedah doa, sedangkan
ketetapan Allah tidak dapat ditolak?
فَاعْلَمْ
أَنَّ مِنَ الْقَضَاءِ رَدَّ الْبَلَاءِ بِالدُّعَاءِ، فَالدُّعَاءُ سَبَبٌ
لِرَدِّ الْبَلَاءِ وَاسْتِجْلَابِ الرَّحْمَةِ، كَمَا أَنَّ التُّرْسَ سَبَبٌ
لِرَدِّ السَّهْمِ، وَالْمَاءَ سَبَبٌ لِخُرُوجِ النَّبَاتِ مِنَ الْأَرْضِ.
Maka ketahuilah bahwa di antara ketetapan Allah adalah
menolak bala dengan doa. Doa adalah sebab tertolaknya bala dan didatangkannya
rahmat, sebagaimana perisai menjadi sebab tertolaknya anak panah, dan air
menjadi sebab tumbuhnya tanaman dari tanah.
فَكَمَا
أَنَّ التُّرْسَ يَدْفَعُ السَّهْمَ فَيَتَدَافَعَانِ، فَكَذٰلِكَ الدُّعَاءُ
وَالْبَلَاءُ يَتَعَالَجَانِ.
Sebagaimana perisai menahan anak panah sehingga keduanya
saling menolak, demikian pula doa dan bala saling berhadapan dan saling
mengalahkan.
وَلَيْسَ
مِنْ شَرْطِ الِاعْتِرَافِ بِقَضَاءِ اللَّهِ تَعَالَىٰ أَنْ لَا يَحْمِلَ
السِّلَاحَ، وَقَدْ قَالَ تَعَالَىٰ: خُذُوا حِذْرَكُمْ، وَلَا أَنْ يَسْقِيَ
الْأَرْضَ بَعْدَ بَثِّ الْبَذْرِ، فَيُقَالُ: إِنْ سَبَقَ الْقَضَاءُ
بِالنَّبَاتِ نَبَتَ الْبَذْرُ، وَإِنْ لَمْ يَسْبِقْ لَمْ يَنْبُتْ.
Bukanlah syarat menerima ketetapan Allah تعالى bahwa seseorang tidak
boleh membawa senjata. Allah تعالى
telah berfirman: “Ambillah kewaspadaanmu.” Dan bukan pula syaratnya bahwa
seseorang tidak menyirami tanah setelah menabur benih, lalu dikatakan: bila
ketetapan telah mendahului tumbuhnya tanaman, benih akan tumbuh; jika tidak
mendahului, maka ia tidak akan tumbuh.
بَلْ
رَبْطُ الْأَسْبَابِ بِالْمُسَبَّبَاتِ هُوَ الْقَضَاءُ الْأَوَّلُ الَّذِي هُوَ
كَلَمْحِ الْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُ، وَتَرْتِيبُ تَفْصِيلِ الْمُسَبَّبَاتِ
عَلَىٰ تَفَاصِيلِ الْأَسْبَابِ عَلَى التَّدْرِيجِ وَالتَّقْدِيرِ هُوَ الْقَدَرُ.
Namun, mengaitkan sebab dengan akibat itulah ketetapan
pertama, yang seperti sekejap mata atau lebih cepat lagi. Sedangkan penyusunan
rincian akibat di atas rincian sebab secara bertahap dan terukur itulah takdir.
وَالَّذِي
قُدِّرَ الْخَيْرُ قَدَّرَهُ بِسَبَبٍ، وَالَّذِي قُدِّرَ الشَّرُّ قَدَّرَ
لِدَفْعِهِ سَبَبًا، فَلَا تَنَاقُضَ بَيْنَ هٰذِهِ الْأُمُورِ عِنْدَ مَنْ
انْفَتَحَتْ بَصِيرَتُهُ.
Orang yang ditakdirkan kebaikan, Allah menakdirkannya
melalui suatu sebab. Orang yang ditakdirkan keburukan, Allah menakdirkan sebab
untuk menolaknya. Maka tidak ada pertentangan di antara perkara-perkara ini
bagi orang yang telah terbuka mata batinnya.
ثُمَّ
فِي الدُّعَاءِ مِنَ الْفَائِدَةِ مَا ذَكَرْنَاهُ فِي الذِّكْرِ، فَإِنَّهُ
يَسْتَدْعِي حُضُورَ الْقَلْبِ مَعَ اللَّهِ، وَهُوَ مُنْتَهَى الْعِبَادَاتِ،
وَلِذٰلِكَ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ.
Selain itu, dalam doa terdapat manfaat sebagaimana yang
telah kami sebutkan dalam zikir, karena doa menuntut hadirnya hati bersama
Allah, dan itulah puncak ibadah. Karena itu Nabi ﷺ bersabda: “Doa adalah inti ibadah.”
وَالْغَالِبُ
عَلَى الْخَلْقِ أَنَّهُ لَا تَنْصَرِفُ قُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ
وَجَلَّ إِلَّا عِنْدَ إِلْمَامِ حَاجَةٍ وَإِرْهَاقِ مُلِمَّةٍ، فَإِنَّ
الْإِنْسَانَ إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ.
Kebanyakan manusia tidak akan mengarahkan hati mereka kepada
zikir Allah عز وجل
kecuali ketika ada kebutuhan yang mendesak dan musibah yang berat menimpa.
Sesungguhnya manusia, apabila ditimpa keburukan, sungguh ia menjadi orang yang
banyak berdoa.
فَالْحَاجَةُ
تُحْوِجُ إِلَى الدُّعَاءِ، وَالدُّعَاءُ يَرُدُّ الْقَلْبَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ
وَجَلَّ بِالتَّضَرُّعِ وَالِاسْتِكَانَةِ، فَيَحْصُلُ بِهِ الذِّكْرُ الَّذِي
هُوَ أَشْرَفُ الْعِبَادَاتِ.
Kebutuhan mendorong kepada doa, dan doa mengembalikan hati
kepada Allah عز وجل
dengan merendahkan diri dan tunduk. Dengannya terwujud zikir, yang merupakan
ibadah paling mulia.
وَلِذٰلِكَ
صَارَ الْبَلَاءُ مُوَكَّلًا بِالْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ، ثُمَّ
الْأَوْلِيَاءِ، ثُمَّ الْأَمْثَلِ فَالْأَمْثَلِ، لِأَنَّهُ يَرُدُّ الْقَلْبَ
بِالِافْتِقَارِ وَالتَّضَرُّعِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَيَمْنَعُ مِنْ
نِسْيَانِهِ.
Karena itulah bala lebih banyak ditimpakan kepada para nabi عليهم السلام,
kemudian kepada para wali, lalu kepada yang paling baik sesudah yang paling
baik. Sebab bala mengembalikan hati kepada Allah عز وجل dengan rasa butuh dan
merendah, serta mencegahnya dari melupakan-Nya.
وَأَمَّا
الْغِنَى فَسَبَبٌ لِلطُّغْيَانِ فِي غَالِبِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ الْإِنْسَانَ
لَيَطْغَىٰ أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ.
Adapun kekayaan, maka ia pada kebanyakan keadaan menjadi
sebab kesombongan; sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas ketika ia
melihat dirinya serba cukup.
فَهٰذَا
مَا أَرَدْنَا أَنْ نُورِدَهُ مِنْ جُمْلَةِ الْأَذْكَارِ وَالدَّعَوَاتِ،
وَاللَّهُ الْمُوَفِّقُ لِلْخَيْرِ.
Inilah yang ingin kami sampaikan dari kumpulan zikir dan
doa. Dan Allah-lah yang memberi taufik kepada kebaikan.
وَأَمَّا
بَقِيَّةُ الدَّعَوَاتِ فِي الْأَكْلِ وَالسَّفَرِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيضِ
وَغَيْرِهَا فَسَتَأْتِي فِي مَوَاضِعِهَا إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَىٰ.
Adapun doa-doa lainnya, seperti doa ketika makan, safar,
menjenguk orang sakit, dan selain itu, akan datang pada tempatnya
masing-masing, insya Allah تعالى.
وَعَلَى
اللَّهِ التَّكَلُّانُ.
Dan kepada Allah-lah tempat bertawakal.
نُجِّزَ
كِتَابُ الْأَذْكَارِ وَالدَّعَوَاتِ بِكَمَالِهِ، يَتْلُوهُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
تَعَالَىٰ كِتَابُ الْأَوْرَادِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ،
وَصَلَّى اللهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Telah selesai kitab Zikir dan Doa ini secara sempurna. Insya
Allah تعالى,
setelahnya akan menyusul Kitab Al-Awrad. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta
alam. Semoga Allah melimpahkan salawat kepada junjungan kami Muhammad, kepada
keluarga beliau, dan para sahabat beliau, serta melimpahkan salam keselamatan.