Zakat Hewan Ternak

اَلْفَصْلُ الْأَوَّلُ فِي أَنْوَاعِ الزَّكَاةِ وَأَسْبَابِ وُجُوبِهَا، وَالزَّكَواتُ بِاعْتِبَارِ مُتَعَلَّقَاتِهَا سِتَّةُ أَنْوَاعٍ: زَكَاةُ النَّعَمِ، وَالنَّقْدَيْنِ، وَالتِّجَارَةِ، وَزَكَاةُ الرِّكَازِ وَالْمَعَادِنِ، وَزَكَاةُ الْمُعَشَّرَاتِ، وَزَكَاةُ الْفِطْرِ.

Fasal pertama tentang macam-macam zakat dan sebab-sebab wajibnya. Zakat, jika dilihat dari objeknya, terbagi menjadi enam macam: zakat hewan ternak, zakat emas dan perak, zakat perdagangan, zakat harta terpendam dan barang tambang, zakat hasil pertanian, dan zakat fitrah.

اَلنَّوْعُ الْأَوَّلُ: زَكَاةُ النَّعَمِ.
Jenis pertama: zakat hewan ternak.

وَلَا تَجِبُ هٰذِهِ الزَّكَاةُ وَغَيْرُهَا إِلَّا عَلَى حُرٍّ مُسْلِمٍ.
Zakat ini dan zakat-zakat lainnya tidak wajib kecuali atas orang merdeka dan Muslim.

وَلَا يُشْتَرَطُ الْبُلُوغُ، بَلْ تَجِبُ فِي مَالِ الصَّبِيِّ وَالْمَجْنُونِ.
Balig tidak disyaratkan. Bahkan zakat wajib pada harta anak kecil dan orang gila.

هٰذَا شَرْطُ مَنْ عَلَيْهِ.
Inilah syarat orang yang dibebani zakat.

وَأَمَّا الْمَالُ فَشُرُوطُهُ خَمْسَةٌ: أَنْ يَكُونَ نَعَمًا، سَائِمَةً، بَاقِيَةً حَوْلًا، نِصَابًا كَامِلًا، مَمْلُوكَةً عَلَى الْكَمَالِ.
Adapun harta, maka syaratnya ada lima: berupa hewan ternak, digembalakan, berlalu satu haul atasnya, mencapai nisab sempurna, dan dimiliki secara penuh.

اَلشَّرْطُ الْأَوَّلُ: كَوْنُهُ نَعَمًا، فَلَا زَكَاةَ إِلَّا فِي الْإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَالْغَنَمِ.
Syarat pertama: harta itu berupa hewan ternak. Maka tidak ada zakat kecuali pada unta, sapi, dan kambing.

أَمَّا الْخَيْلُ وَالْبِغَالُ وَالْحَمِيرُ وَالْمُتَوَلِّدُ مِنْ بَيْنَ الظِّبَاءِ وَالْغَنَمِ فَلَا زَكَاةَ فِيهَا.
Adapun kuda, bagal, keledai, dan hewan hasil peranakan antara rusa dan kambing, maka tidak ada zakat padanya.

اَلثَّانِي: السَّوْمُ، فَلَا زَكَاةَ فِي الْمَعْلُوفَةِ.
Syarat kedua: digembalakan. Maka tidak ada zakat pada hewan yang diberi makan dengan biaya.

وَإِذَا أُسِيمَتْ فِي وَقْتٍ وَعُلِفَتْ فِي وَقْتٍ تَظْهَرُ بِذٰلِكَ مَؤُونَتُهَا فَلَا زَكَاةَ فِيهَا.
Jika pada sebagian waktu digembalakan dan pada sebagian waktu diberi makan hingga tampak biaya pemeliharaannya, maka tidak ada zakat atasnya.

اَلثَّالِثُ: الْحَوْلُ.
Syarat ketiga: berlalu satu haul.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا زَكَاةَ فِي مَالٍ حَتَّى يَحُولَ عَلَيْهِ الْحَوْلُ.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Tidak ada zakat pada harta sampai berlalu atasnya satu haul.”

وَيُسْتَثْنَى مِنْ هٰذَا نِتَاجُ الْحَوْلِ.
Yang dikecualikan dari hal ini adalah anak hewan yang lahir dalam masa haul tersebut.

اَلرَّابِعُ: كَمَالُ الْمِلْكِ وَالتَّصَرُّفِ.
Syarat keempat: sempurnanya kepemilikan dan kemampuan mengelola.

فَتَجِبُ الزَّكَاةُ فِي الْمَاشِيَةِ الْمَرْهُونَةِ، لِأَنَّهُ الَّذِي حَجَرَ عَلَى نَفْسِهِ فِيهِ.
Maka zakat tetap wajib pada hewan ternak yang digadaikan, karena yang membatasi penggunaannya adalah pemilik itu sendiri.

وَلَا تَجِبُ فِي الضَّالِّ وَالْمَغْصُوبِ إِلَّا إِذَا عَادَ بِجَمِيعِ نَمَائِهِ، فَيَجِبُ زَكَاةُ مَا مَضَى عِنْدَ عَوْدِهِ.
Zakat tidak wajib pada hewan yang hilang atau dirampas, kecuali jika kembali bersama seluruh hasil pertumbuhannya, maka ketika kembali wajib mengeluarkan zakat masa-masa yang telah lalu.

وَلَوْ كَانَ عَلَيْهِ دَيْنٌ يَسْتَغْرِقُ مَالَهُ فَلَا زَكَاةَ عَلَيْهِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ غَنِيًّا بِهِ، إِذِ الْغِنَى مَا يَفْضُلُ عَنِ الْحَاجَةِ.
Jika seseorang memiliki utang yang menghabiskan seluruh hartanya, maka tidak ada zakat atasnya, karena ia tidak dianggap kaya dengan harta itu. Sebab kekayaan adalah apa yang lebih dari kebutuhan.

اَلْخَامِسُ: كَمَالُ النِّصَابِ.
Syarat kelima: sempurnanya nisab.

أَمَّا الْإِبِلُ فَلَا شَيْءَ فِيهَا حَتَّى تَبْلُغَ خَمْسًا، فَفِيهَا جَذَعَةٌ مِنَ الضَّأْنِ.
Adapun unta, tidak ada zakat padanya sampai mencapai lima ekor. Maka zakatnya seekor domba جذعة dari الضأن.

وَالْجَذَعَةُ هِيَ الَّتِي تَكُونُ فِي السَّنَةِ الثَّانِيَةِ.
Jadza‘ah adalah yang telah masuk tahun kedua.

أَوْ ثَنِيَّةٌ مِنَ الْمَعْزِ، وَهِيَ الَّتِي تَكُونُ فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ.
Atau seekor kambing ثنية dari ma‘z, yaitu yang telah masuk tahun ketiga.

وَفِي عَشْرٍ شَاتَانِ.
Pada sepuluh ekor unta, zakatnya dua ekor kambing.

وَفِي خَمْسَ عَشْرَةَ ثَلَاثُ شِيَاهٍ.
Pada lima belas ekor, tiga ekor kambing.

وَفِي عِشْرِينَ أَرْبَعُ شِيَاهٍ.
Pada dua puluh ekor, empat ekor kambing.

وَفِي خَمْسٍ وَعِشْرِينَ بِنْتُ مَخَاضٍ، وَهِيَ الَّتِي فِي السَّنَةِ الثَّانِيَةِ.
Pada dua puluh lima ekor, zakatnya seekor بنت مخاض, yaitu unta betina yang telah masuk tahun kedua.

فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي مَالِهِ بِنْتُ مَخَاضٍ، فَابْنُ لَبُونٍ ذَكَرٌ، وَهُوَ الَّذِي فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ، يُؤْخَذُ إِنْ كَانَ قَادِرًا عَلَى شِرَائِهِ.
Jika ia tidak memiliki بنت مخاض, maka diambil seekor ابن لبون jantan, yaitu yang telah masuk tahun ketiga, apabila ia mampu membelinya.

وَفِي سِتٍّ وَثَلَاثِينَ ابْنَةُ لَبُونٍ.
Pada tiga puluh enam ekor, zakatnya seekor ابنة لبون.

ثُمَّ إِذَا بَلَغَتْ سِتًّا وَأَرْبَعِينَ فَفِيهَا حِقَّةٌ، وَهِيَ الَّتِي فِي السَّنَةِ الرَّابِعَةِ.
Kemudian apabila mencapai empat puluh enam ekor, zakatnya seekor حقة, yaitu yang telah masuk tahun keempat.

فَإِذَا صَارَتْ إِحْدَى وَسِتِّينَ فَفِيهَا جَذَعَةٌ، وَهِيَ الَّتِي فِي السَّنَةِ الْخَامِسَةِ.
Apabila menjadi enam puluh satu ekor, zakatnya seekor جذعة, yaitu yang telah masuk tahun kelima.

فَإِذَا صَارَتْ سِتًّا وَسَبْعِينَ فَفِيهَا ابْنَتَا لَبُونٍ.
Apabila menjadi tujuh puluh enam ekor, zakatnya dua ekor ابنة لبون.

فَإِذَا صَارَتْ إِحْدَى وَتِسْعِينَ فَفِيهَا حِقَّتَانِ.
Apabila menjadi sembilan puluh satu ekor, zakatnya dua ekor حقة.

فَإِذَا صَارَتْ إِحْدَى وَعِشْرِينَ وَمِائَةً فَفِيهَا ثَلَاثُ بَنَاتِ لَبُونٍ.
Apabila menjadi seratus dua puluh satu ekor, zakatnya tiga ekor بنت لبون.

فَإِذَا صَارَتْ مِائَةً وَثَلَاثِينَ فَقَدِ اسْتَقَرَّ الْحِسَابُ، فَفِي كُلِّ خَمْسِينَ حِقَّةٌ، وَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ بِنْتُ لَبُونٍ.
Apabila menjadi seratus tiga puluh ekor, maka perhitungannya menjadi tetap: pada setiap lima puluh ekor zakatnya seekor حقة, dan pada setiap empat puluh ekor zakatnya seekor بنت لبون.

وَأَمَّا الْبَقَرُ فَلَا شَيْءَ فِيهَا حَتَّى تَبْلُغَ ثَلَاثِينَ، فَفِيهَا تَبِيعٌ، وَهُوَ الَّذِي فِي السَّنَةِ الثَّانِيَةِ.
Adapun sapi, tidak ada zakat padanya sampai mencapai tiga puluh ekor. Maka zakatnya seekor تبيع, yaitu yang telah masuk tahun kedua.

ثُمَّ فِي أَرْبَعِينَ مُسِنَّةٌ، وَهِيَ الَّتِي فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ.
Kemudian pada empat puluh ekor, zakatnya seekor مسنة, yaitu yang telah masuk tahun ketiga.

ثُمَّ فِي سِتِّينَ تَبِيعَانِ.
Kemudian pada enam puluh ekor, zakatnya dua ekor تبيع.

وَاسْتَقَرَّ الْحِسَابُ بَعْدَ ذٰلِكَ.
Sesudah itu perhitungannya menjadi tetap.

فَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ مُسِنَّةٌ.
Pada setiap empat puluh ekor, zakatnya seekor مسنة.

وَفِي كُلِّ ثَلَاثِينَ تَبِيعٌ.
Dan pada setiap tiga puluh ekor, zakatnya seekor تبيع.

وَأَمَّا الْغَنَمُ فَلَا زَكَاةَ فِيهَا حَتَّى تَبْلُغَ أَرْبَعِينَ، فَفِيهَا شَاةٌ جَذَعَةٌ مِنَ الضَّأْنِ أَوْ ثَنِيَّةٌ مِنَ الْمَعْزِ.
Adapun kambing, tidak ada zakat padanya sampai mencapai empat puluh ekor. Maka zakatnya seekor kambing جذعة dari الضأن atau ثنية dari المعز.

ثُمَّ لَا شَيْءَ فِيهَا حَتَّى تَبْلُغَ مِائَةً وَعِشْرِينَ وَوَاحِدَةً، فَفِيهَا شَاتَانِ.
Kemudian tidak ada tambahan zakat padanya sampai mencapai seratus dua puluh satu ekor, maka zakatnya dua ekor kambing.

إِلَى مِائَتَيْ شَاةٍ وَوَاحِدَةٍ، فِيهَا ثَلَاثُ شِيَاهٍ.
Sampai mencapai dua ratus satu ekor, maka zakatnya tiga ekor kambing.

إِلَى أَرْبَعِمِائَةٍ، فَفِيهَا أَرْبَعُ شِيَاهٍ.
Sampai empat ratus ekor, maka zakatnya empat ekor kambing.

ثُمَّ اسْتَقَرَّ الْحِسَابُ فِي كُلِّ مِائَةٍ شَاةٌ.
Setelah itu, perhitungannya menjadi tetap: pada setiap seratus ekor, zakatnya seekor kambing.

وَصَدَقَةُ الْخَلِيطَيْنِ كَصَدَقَةِ الْمَالِكِ الْوَاحِدِ فِي النِّصَابِ.
Zakat dua orang yang mencampurkan ternaknya dihitung seperti zakat satu pemilik dalam hal nisab.

فَإِذَا كَانَ بَيْنَ رَجُلَيْنِ أَرْبَعُونَ مِنَ الْغَنَمِ فَفِيهَا شَاةٌ.
Jika antara dua orang terdapat empat puluh ekor kambing, maka zakatnya seekor kambing.

وَإِنْ كَانَ بَيْنَ ثَلَاثَةِ نَفَرٍ مِائَةُ شَاةٍ وَعِشْرُونَ فِيهَا شَاةٌ وَاحِدَةٌ عَلَى جَمِيعِهِمْ.
Jika antara tiga orang terdapat seratus dua puluh ekor kambing, maka zakatnya seekor kambing yang ditanggung bersama.

وَخِلْطَةُ الْجِوَارِ كَخِلْطَةِ الشُّيُوعِ.
Pencampuran karena berdekatan tempatnya sama hukumnya dengan pencampuran kepemilikan.

وَلٰكِنْ يُشْتَرَطُ أَنْ يُرِيحَا مَعًا، وَيَسْقِيَا مَعًا، وَيَحْلِبَا مَعًا، وَيَسْرَحَا مَعًا، وَيَكُونَ الْمَرْعَى مَعًا، وَيَكُونَ إِنْزَاءُ الْفَحْلِ مَعًا.
Akan tetapi disyaratkan bahwa kedua ternak itu dikandangkan bersama, diberi minum bersama, diperah bersama, digembalakan bersama, tempat merumputnya sama, dan pejantan yang mengawininya juga sama.

وَأَنْ يَكُونَا جَمِيعًا مِنْ أَهْلِ الزَّكَاةِ.
Dan keduanya harus sama-sama termasuk pihak yang wajib zakat.

وَلَا حُكْمَ لِلْخِلْطَةِ مَعَ الذِّمِّيِّ وَالْمُكَاتَبِ.
Tidak ada hukum campuran ini jika salah satunya adalah dzimmi atau budak mukatab.

وَمَهْمَا نَزَلَ فِي وَاجِبِ الْإِبِلِ مِنْ سِنٍّ إِلَى سِنٍّ فَهُوَ جَائِزٌ، مَا لَمْ يُجَاوِزْ بِنْتَ مَخَاضٍ فِي النُّزُولِ.
Jika dalam zakat unta ia turun dari satu umur hewan ke umur yang lebih rendah, maka itu boleh selama turunnya tidak melewati بنت مخاض.

وَلٰكِنْ تُضَمُّ إِلَيْهِ جَبْرَانُ السِّنِّ لِسَنَةٍ وَاحِدَةٍ شَاتَانِ أَوْ عِشْرُونَ دِرْهَمًا.
Akan tetapi ia harus menambahkan ganti selisih umur itu, untuk selisih satu tahun berupa dua ekor kambing atau dua puluh dirham.

وَلِسَنَتَيْنِ أَرْبَعُ شِيَاهٍ أَوْ أَرْبَعُونَ دِرْهَمًا.
Jika selisihnya dua tahun, maka gantinya empat ekor kambing atau empat puluh dirham.

وَلَهُ أَنْ يَصْعَدَ فِي السِّنِّ مَا لَمْ يُجَاوِزِ الْجَذَعَةَ فِي الصُّعُودِ، وَيَأْخُذَ الْجَبْرَانَ مِنَ السُّعَاةِ مِنْ بَيْتِ الْمَالِ.
Ia juga boleh naik kepada umur yang lebih tinggi selama tidak melewati جذعة, dan mengambil ganti selisih itu dari petugas zakat dari Baitul Mal.

وَلَا تُؤْخَذُ فِي الزَّكَاةِ مَرِيضَةٌ إِذَا كَانَ بَعْضُ الْمَالِ صَحِيحًا وَلَوْ وَاحِدَةً.
Tidak boleh diambil hewan yang sakit dalam zakat apabila dalam hartanya ada hewan yang sehat, meskipun hanya seekor.

وَيُؤْخَذُ مِنَ الْكَرَائِمِ كَرِيمَةٌ، وَمِنَ اللِّئَامِ لَئِيمَةٌ.
Dari harta yang baik diambil hewan yang baik, dan dari harta yang rendah diambil hewan yang rendah.

وَلَا يُؤْخَذُ مِنَ الْمَالِ الْأَكُولَةُ، وَلَا الْمَاخِضُ، وَلَا الرَّبَى، وَلَا الْفَحْلُ، وَلَا غَرَاءُ الْمَالِ.
Dan tidak boleh diambil dari harta itu hewan yang digemukkan untuk dimakan, hewan bunting, hewan yang dipelihara karena anaknya, pejantan, dan hewan yang paling berharga dari hartanya.