Zakat Pertanian, Emas dan Perak, Perniagaan, Rikaz dan Barang Tambang, Zakat Fitrah

اَلنَّوْعُ الثَّانِي زَكَاةُ الْمُعَشَّرَاتِ.

Jenis kedua: zakat hasil pertanian yang dikenai sepersepuluh.

فَيَجِبُ الْعُشْرُ فِي كُلِّ مُسْتَنْبَتٍ مُقْتَاتٍ بَلَغَ ثَمَانِمِائَةِ مَنٍّ.
Maka wajib sepersepuluh pada setiap hasil tanaman yang menjadi makanan pokok apabila mencapai delapan ratus man.

وَلَا شَيْءَ فِيمَا دُونَهَا.
Dan tidak ada zakat pada yang kurang dari jumlah itu.

وَلَا فِي الْفَوَاكِهِ وَالْقُطْنِ.
Juga tidak ada zakat pada buah-buahan dan kapas.

وَلٰكِنْ فِي الْحُبُوبِ الَّتِي تُقْتَاتُ، وَفِي التَّمْرِ وَالزَّبِيبِ.
Akan tetapi zakat ada pada biji-bijian yang menjadi makanan pokok, juga pada kurma dan kismis.

وَيُعْتَبَرُ أَنْ تَكُونَ ثَمَانِمِائَةُ مَنٍّ تَمْرًا أَوْ زَبِيبًا، لَا رُطَبًا وَعِنَبًا.
Yang diperhitungkan harus berupa delapan ratus man kurma kering atau kismis, bukan kurma basah dan anggur.

وَيُخْرَجُ ذٰلِكَ بَعْدَ التَّجْفِيفِ.
Zakat itu dikeluarkan setelah dikeringkan.

وَيُكَمَّلُ مَالُ أَحَدِ الْخَلِيطَيْنِ بِمَالِ الْآخَرِ فِي خِلْطَةِ الشُّيُوعِ.
Harta salah satu dari dua orang yang bercampur kepemilikan dilengkapi dengan harta yang lain dalam campuran kepemilikan bersama.

كَالْبُسْتَانِ الْمُشْتَرَكِ بَيْنَ وَرَثَةٍ، لِجَمِيعِهِمْ ثَمَانِمِائَةُ مَنٍّ مِنْ زَبِيبٍ، فَيَجِبُ عَلَى جَمِيعِهِمْ ثَمَانُونَ مَنًّا مِنْ زَبِيبٍ بِقَدْرِ حِصَصِهِمْ.
Seperti kebun yang dimiliki bersama oleh para ahli waris. Jika keseluruhan hasil mereka mencapai delapan ratus man kismis, maka wajib atas mereka semua delapan puluh man kismis sesuai kadar bagian masing-masing.

وَلَا يُعْتَبَرُ خِلْطَةُ الْجِوَارِ فِيهِ.
Dalam masalah ini, sekadar berdekatan tempat tidak diperhitungkan sebagai campuran.

وَلَا يُكَمَّلُ نِصَابُ الْحِنْطَةِ بِالشَّعِيرِ.
Nisab gandum tidak disempurnakan dengan jelai.

وَيُكَمَّلُ نِصَابُ الشَّعِيرِ بِالسُّلْتِ، فَإِنَّهُ نَوْعٌ مِنْهُ.
Akan tetapi nisab jelai dapat dilengkapi dengan sult, karena ia termasuk satu jenis dengannya.

هٰذَا قَدْرُ الْوَاجِبِ إِنْ كَانَ يُسْقَى بِسَيْحٍ أَوْ قَنَاةٍ.
Itulah kadar zakat yang wajib jika tanaman itu diairi dengan aliran air atau saluran air.

فَإِنْ كَانَ يُسْقَى بِنَضْحٍ أَوْ دَالِيَةٍ فَيَجِبُ نِصْفُ الْعُشْرِ.
Jika diairi dengan disiram atau dengan timba, maka yang wajib adalah setengah dari sepersepuluh.

فَإِنِ اجْتَمَعَا فَالْأَغْلَبُ يُعْتَبَرُ.
Jika dua cara pengairan itu berkumpul, maka yang diperhitungkan adalah yang lebih dominan.

وَأَمَّا صِفَةُ الْوَاجِبِ فَالتَّمْرُ وَالزَّبِيبُ الْيَابِسُ وَالْحَبُّ الْيَابِسُ بَعْدَ التَّنْقِيَةِ.
Adapun bentuk zakat yang wajib dikeluarkan adalah kurma kering, kismis kering, dan biji-bijian kering setelah dibersihkan.

وَلَا يُؤْخَذُ عِنَبٌ وَلَا رُطَبٌ.
Tidak diambil anggur dan tidak pula kurma basah.

إِلَّا إِذَا حَلَّتْ بِالْأَشْجَارِ آفَةٌ، وَكَانَتِ الْمَصْلَحَةُ فِي قَطْعِهَا قَبْلَ تَمَامِ الْإِدْرَاكِ.
Kecuali jika pohon-pohon itu tertimpa musibah dan maslahatnya terletak pada memetiknya sebelum masak sempurna.

فَيُؤْخَذُ الرُّطَبُ فَيُكَالُ تِسْعَةٌ لِلْمَالِكِ وَوَاحِدٌ لِلْفَقِيرِ.
Maka dalam keadaan itu boleh diambil kurma basah, lalu ditakar, sembilan bagian untuk pemilik dan satu bagian untuk orang fakir.

وَلَا يَمْنَعُ مِنْ هٰذِهِ الْقِسْمَةِ قَوْلُنَا: إِنَّ الْقِسْمَةَ بَيْعٌ.
Dan tidak menghalangi pembagian ini ucapan kita bahwa pembagian seperti itu termasuk jual beli.

بَلْ يُرَخَّصُ فِي مِثْلِ هٰذَا لِلْحَاجَةِ.
Bahkan hal semacam ini diberi kelonggaran karena adanya kebutuhan.

وَوَقْتُ الْوُجُوبِ أَنْ يَبْدُوَ الصَّلَاحُ فِي الثِّمَارِ وَأَنْ يَشْتَدَّ الْحَبُّ.
Waktu wajibnya zakat ini adalah ketika buah mulai tampak masak dan biji-bijian mulai mengeras.

وَوَقْتُ الْأَدَاءِ بَعْدَ الْجَفَافِ.
Adapun waktu pembayarannya adalah setelah kering.

اَلنَّوْعُ الثَّالِثُ زَكَاةُ النَّقْدَيْنِ.
Jenis ketiga: zakat emas dan perak.

فَإِذَا تَمَّ الْحَوْلُ عَلَى وَزْنِ مِائَتَيْ دِرْهَمٍ بِوَزْنِ مَكَّةَ، نُقْرَةً خَالِصَةً، فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ، وَهُوَ رُبُعُ الْعُشْرِ.
Apabila telah genap satu haul atas dua ratus dirham menurut timbangan Makkah, berupa perak murni, maka zakatnya lima dirham, yaitu seperempat dari sepersepuluh.

وَمَا زَادَ فَبِحِسَابِهِ وَلَوْ دِرْهَمًا.
Dan kelebihan di atas itu dihitung sesuai bagiannya, walaupun hanya satu dirham.

وَنِصَابُ الذَّهَبِ عِشْرُونَ مِثْقَالًا خَالِصًا بِوَزْنِ مَكَّةَ، فَفِيهَا رُبُعُ الْعُشْرِ.
Nisab emas adalah dua puluh mitsqal murni menurut timbangan Makkah, dan zakatnya seperempat dari sepersepuluh.

وَمَا زَادَ فَبِحِسَابِهِ.
Dan kelebihannya dihitung sesuai bagian.

وَإِنْ نَقَصَ مِنَ النِّصَابِ حَبَّةٌ فَلَا زَكَاةَ.
Jika kurang dari nisab walau hanya satu biji, maka tidak ada zakat.

وَتَجِبُ عَلَى مَنْ مَعَهُ دَرَاهِمُ مَغْشُوشَةٌ إِذَا كَانَ فِيهَا هٰذَا الْمِقْدَارُ مِنَ النُّقْرَةِ الْخَالِصَةِ.
Zakat wajib atas orang yang memiliki dirham campuran jika di dalamnya terdapat kadar perak murni sebanyak jumlah tersebut.

وَتَجِبُ الزَّكَاةُ فِي التِّبْرِ وَفِي الْحُلِيِّ الْمَحْظُورِ، كَأَوَانِي الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَمَرَاكِبِ الذَّهَبِ لِلرِّجَالِ.
Zakat juga wajib pada emas atau perak batangan, dan pada perhiasan yang diharamkan, seperti bejana emas dan perak, serta perhiasan emas bagi laki-laki.

وَلَا تَجِبُ فِي الْحُلِيِّ الْمُبَاحِ.
Zakat tidak wajib pada perhiasan yang dibolehkan.

وَتَجِبُ فِي الدَّيْنِ الَّذِي هُوَ عَلَى مَلِيءٍ، وَلٰكِنْ تَجِبُ عِنْدَ الِاسْتِيفَاءِ.
Zakat juga wajib pada piutang yang berada pada orang yang mampu membayar, tetapi kewajibannya baru saat piutang itu diterima.

وَإِنْ كَانَ مُؤَجَّلًا فَلَا تَجِبُ إِلَّا عِنْدَ حُلُولِ الْأَجَلِ.
Jika piutang itu masih berjangka, maka zakatnya tidak wajib kecuali setelah jatuh tempo.

اَلنَّوْعُ الرَّابِعُ زَكَاةُ التِّجَارَةِ.
Jenis keempat: zakat perdagangan.

وَهِيَ كَزَكَاةِ النَّقْدَيْنِ.
Hukumnya seperti zakat emas dan perak.

وَإِنَّمَا يَنْعَقِدُ الْحَوْلُ مِنْ وَقْتِ مِلْكِ النَّقْدِ الَّذِي بِهِ اشْتَرَى الْبِضَاعَةَ، إِنْ كَانَ النَّقْدُ نِصَابًا.
Haulnya dihitung sejak ia memiliki uang yang dipakai untuk membeli barang dagangan, jika uang itu telah mencapai nisab.

فَإِنْ كَانَ نَاقِصًا أَوِ اشْتَرَى بِعَرَضٍ عَلَى نِيَّةِ التِّجَارَةِ فَالْحَوْلُ مِنْ وَقْتِ الشِّرَاءِ.
Jika uang itu kurang dari nisab, atau ia membeli dengan barang lain sambil berniat berdagang, maka haulnya dihitung sejak waktu pembelian.

وَتُؤَدَّى الزَّكَاةُ مِنْ نَقْدِ الْبَلَدِ، وَبِهِ يُقَوَّمُ.
Zakatnya dibayar dengan mata uang negeri itu, dan dengannya pula barang dagangan dinilai.

فَإِنْ كَانَ مَا بِهِ الشِّرَاءُ نَقْدًا، وَكَانَ نِصَابًا كَامِلًا، كَانَ التَّقْوِيمُ بِهِ أَوْلَى مِنْ نَقْدِ الْبَلَدِ.
Jika alat pembeliannya berupa uang dan mencapai nisab sempurna, maka menilainya dengan uang itu lebih utama daripada dengan uang negeri lain.

وَمَنْ نَوَى التِّجَارَةَ مِنْ مَالِ قُنْيَةٍ فَلَا يَنْعَقِدُ الْحَوْلُ بِمُجَرَّدِ نِيَّتِهِ حَتَّى يَشْتَرِيَ بِهِ شَيْئًا.
Barang siapa berniat berdagang dengan harta yang semula untuk kepemilikan biasa, maka haul tidak dimulai hanya dengan niatnya sampai ia membeli sesuatu dengannya.

وَمَهْمَا قَطَعَ نِيَّةَ التِّجَارَةِ قَبْلَ تَمَامِ الْحَوْلِ سَقَطَتِ الزَّكَاةُ.
Jika ia memutus niat perdagangan sebelum haul sempurna, maka gugurlah zakatnya.

وَالْأَوْلَى أَنْ تُؤَدَّى زَكَاةُ تِلْكَ السَّنَةِ.
Dan yang lebih baik adalah tetap mengeluarkan zakat tahun itu.

وَمَا كَانَ مِنْ رِبْحٍ فِي السِّلْعَةِ فِي آخِرِ الْحَوْلِ وَجَبَتِ الزَّكَاةُ فِيهِ بِحَوْلِ رَأْسِ الْمَالِ، وَلَمْ يُسْتَأْنَفْ لَهُ حَوْلًا، كَمَا فِي النِّتَاجِ.
Keuntungan yang muncul dari barang dagangan pada akhir haul wajib dizakati mengikuti haul modal pokok, dan tidak dimulai haul baru untuk keuntungan itu, sebagaimana halnya anak ternak.

وَأَمْوَالُ الصَّيَارِفَةِ لَا يَنْقَطِعُ حَوْلُهَا بِالْمُبَادَلَةِ الْجَارِيَةِ بَيْنَهُمْ كَسَائِرِ التِّجَارَاتِ.
Harta para penukar uang tidak terputus haulnya karena transaksi tukar-menukar yang biasa mereka lakukan, sebagaimana pada perdagangan lainnya.

وَزَكَاةُ رِبْحِ مَالِ الْقِرَاضِ عَلَى الْعَامِلِ وَإِنْ كَانَ قَبْلَ الْقِسْمَةِ، هٰذَا هُوَ الْأَقْيَسُ.
Zakat keuntungan harta mudharabah ditanggung oleh pengelola, meskipun sebelum pembagian hasil. Inilah pendapat yang lebih qiyas.

اَلنَّوْعُ الْخَامِسُ: الرِّكَازُ وَالْمَعْدِنُ.
Jenis kelima: rikaz dan barang tambang.

وَالرِّكَازُ مَالٌ دُفِنَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، وَوُجِدَ فِي أَرْضٍ لَمْ يَجْرِ عَلَيْهَا فِي الْإِسْلَامِ مِلْكٌ.
Rikaz adalah harta yang dikubur pada masa jahiliah dan ditemukan di tanah yang belum pernah dimiliki seseorang dalam Islam.

فَعَلَى وَاجِدِهِ فِي الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ مِنْهُ الْخُمُسُ، وَالْحَوْلُ غَيْرُ مُعْتَبَرٍ.
Atas penemunya, jika berupa emas atau perak, wajib mengeluarkan seperlima, dan haul tidak disyaratkan.

وَالْأَوْلَى أَنْ لَا يُعْتَبَرَ النِّصَابُ أَيْضًا، لِأَنَّ إِيجَابَ الْخُمُسِ يُؤَكِّدُ شَبَهَهُ بِالْغَنِيمَةِ.
Yang lebih baik juga adalah tidak mensyaratkan nisab, karena kewajiban seperlima menguatkan kemiripannya dengan harta rampasan perang.

وَاعْتِبَارُهُ أَيْضًا لَيْسَ بِبَعِيدٍ، لِأَنَّ مَصْرِفَهُ الزَّكَاةُ، وَلِذٰلِكَ يُخَصَّصُ عَلَى الصَّحِيحِ بِالنَّقْدَيْنِ.
Namun mempertimbangkan nisab pun bukan hal yang terlalu jauh, karena penyalurannya mirip zakat, dan karena itu menurut pendapat yang sahih ia dikhususkan pada emas dan perak.

وَأَمَّا الْمَعَادِنُ فَلَا زَكَاةَ فِيمَا اسْتُخْرِجَ مِنْهَا سِوَى الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ.
Adapun barang tambang, maka tidak ada zakat pada yang dikeluarkan darinya selain emas dan perak.

فَفِيهَا بَعْدَ الطَّحْنِ وَالتَّخْلِيصِ رُبُعُ الْعُشْرِ عَلَى أَصَحِّ الْقَوْلَيْنِ.
Maka pada emas dan perak itu, setelah dihancurkan dan dimurnikan, wajib seperempat dari sepersepuluh menurut pendapat yang lebih sahih.

وَعَلَى هٰذَا يُعْتَبَرُ النِّصَابُ.
Berdasarkan pendapat ini, nisab diperhitungkan.

وَفِي الْحَوْلِ قَوْلَانِ.
Tentang haul ada dua pendapat.

وَفِي قَوْلٍ يَجِبُ الْخُمُسُ.
Dan menurut satu pendapat, yang wajib adalah seperlima.

فَعَلَى هٰذَا لَا يُعْتَبَرُ.
Maka berdasarkan pendapat ini, haul tidak diperhitungkan.

وَفِي النِّصَابِ قَوْلَانِ.
Dan tentang nisab pun ada dua pendapat.

وَالْأَشْبَهُ، وَالْعِلْمُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى، أَنْ يُلْحَقَ فِي قَدْرِ الْوَاجِبِ بِزَكَاةِ التِّجَارَةِ، فَإِنَّهُ نَوْعُ اكْتِسَابٍ.
Yang lebih mendekati kebenaran, dan Allah Ta‘ala lebih mengetahui, adalah bahwa kadar kewajibannya disamakan dengan zakat perdagangan, karena ia termasuk jenis usaha perolehan.

وَفِي الْحَوْلِ بِالْمُعَشَّرَاتِ، فَلَا يُعْتَبَرُ، لِأَنَّهُ عَيْنُ الرِّفْقِ.
Sedangkan tentang haul, ia disamakan dengan zakat hasil pertanian, maka haul tidak diperhitungkan, karena itulah bentuk kemudahan yang paling tepat.

وَيُعْتَبَرُ النِّصَابُ كَالْمُعَشَّرَاتِ.
Dan nisab tetap diperhitungkan sebagaimana pada hasil pertanian.

وَالِاحْتِيَاطُ أَنْ يُخْرِجَ الْخُمُسَ مِنَ الْقَلِيلِ وَالْكَثِيرِ، وَمِنْ عَيْنِ النَّقْدَيْنِ أَيْضًا، خُرُوجًا عَنْ شُبْهَةِ هٰذِهِ الِاخْتِلَافَاتِ.
Sikap ihtiyath adalah mengeluarkan seperlima, baik dari jumlah sedikit maupun banyak, dan juga langsung dari عين emas dan perak, agar keluar dari syubhat perbedaan pendapat ini.

فَإِنَّهَا ظُنُونٌ قَرِيبَةٌ مِنَ التَّعَارُضِ، وَجَزْمُ الْفُتْيَا فِيهَا خَطَرٌ لِتَعَارُضِ الِاشْتِبَاهِ.
Sebab pendapat-pendapat ini berupa dugaan yang hampir saling bertentangan, dan memastikan fatwa di dalamnya berbahaya karena kuatnya keraguan yang saling berbenturan.

اَلنَّوْعُ السَّادِسُ فِي صَدَقَةِ الْفِطْرِ.
Jenis keenam: zakat fitrah.

وَهِيَ وَاجِبَةٌ عَلَى لِسَانِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَضَلَ عَنْ قُوتِهِ وَقُوتِ مَنْ يَقُوتُهُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَلَيْلَتَهُ صَاعٌ مِمَّا يُقْتَاتُ، بِصَاعِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ مَنَوَانِ وَثُلُثَا مَنٍّ.
Zakat fitrah wajib menurut sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم atas setiap Muslim yang memiliki kelebihan dari makanan dirinya dan makanan orang yang menjadi tanggungannya pada hari Idulfitri dan malamnya, yaitu sebesar satu sha‘ dari makanan pokok, menurut sha‘ Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dan ukuran itu adalah dua man dan dua pertiga man.

يُخْرِجُهُ مِنْ جِنْسِ قُوتِهِ أَوْ مِنْ أَفْضَلَ مِنْهُ.
Ia mengeluarkannya dari jenis makanan pokoknya atau dari yang lebih baik darinya.

فَإِنِ اقْتَاتَ بِالْحِنْطَةِ لَمْ يَجُزِ الشَّعِيرُ.
Jika makanan pokoknya gandum, maka tidak sah mengeluarkan jelai.

وَإِنِ اقْتَاتَ حُبُوبًا مُخْتَلِفَةً اخْتَارَ خَيْرَهَا، وَمِنْ أَيِّهَا أَخْرَجَ أَجْزَأَهُ.
Jika ia makan berbagai macam biji-bijian, ia memilih yang terbaik. Dan dari jenis mana saja yang ia keluarkan tetap sah.

وَقِسْمَتُهَا كَقِسْمَةِ زَكَاةِ الْأَمْوَالِ، فَيَجِبُ فِيهَا اسْتِيعَابُ الْأَصْنَافِ.
Pembagiannya seperti pembagian zakat harta, maka wajib di dalamnya memperhatikan seluruh golongan yang berhak.

وَلَا يَجُوزُ إِخْرَاجُ الدَّقِيقِ وَالسَّوِيقِ.
Dan tidak boleh mengeluarkan tepung atau sagu halus.

وَيَجِبُ عَلَى الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ فِطْرَةُ زَوْجَتِهِ وَمَمَالِيكِهِ وَأَوْلَادِهِ، وَكُلِّ قَرِيبٍ هُوَ فِي نَفَقَتِهِ.
Wajib atas laki-laki Muslim membayar fitrah istrinya, budak-budaknya, anak-anaknya, dan setiap kerabat yang nafkahnya menjadi tanggungannya.

أَعْنِي مَنْ تَجِبُ عَلَيْهِ نَفَقَتُهُ مِنَ الْآبَاءِ وَالْأُمَّهَاتِ وَالْأَوْلَادِ.
Maksudku ialah orang-orang yang wajib ia nafkahi, seperti ayah, ibu, dan anak-anak.

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَدُّوا صَدَقَةَ الْفِطْرِ عَمَّنْ تَمُونُونَ.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Tunaikanlah zakat fitrah untuk orang-orang yang kalian tanggung nafkahnya.”

وَتَجِبُ صَدَقَةُ الْعَبْدِ الْمُشْتَرَكِ عَلَى الشَّرِيكَيْنِ.
Zakat fitrah budak milik bersama wajib atas kedua sekutunya.

وَلَا تَجِبُ صَدَقَةُ الْعَبْدِ الْكَافِرِ.
Dan zakat fitrah tidak wajib untuk budak yang kafir.

وَإِنْ تَبَرَّعَتِ الزَّوْجَةُ بِالْإِخْرَاجِ عَنْ نَفْسِهَا أَجْزَأَهَا.
Jika sang istri secara sukarela mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri, maka itu mencukupinya.

وَلِلزَّوْجِ الْإِخْرَاجُ عَنْهَا دُونَ إِذْنِهَا.
Dan suami boleh mengeluarkannya untuk istrinya tanpa izinnya.

وَإِنْ فَضَلَ عَنْهُ مَا يُؤَدَّى عَنْ بَعْضِهِمْ أَدَّى عَنْ بَعْضِهِمْ.
Jika yang ia miliki hanya cukup untuk sebagian dari mereka, maka ia membayarkan untuk sebagian itu.

وَأَوْلَاهُمْ بِالتَّقْدِيمِ مَنْ كَانَتْ نَفَقَتُهُ آكَدَ.
Yang lebih didahulukan adalah orang yang nafkahnya paling kuat kewajibannya.

وَقَدَّمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفَقَةَ الْوَلَدِ عَلَى نَفَقَةِ الزَّوْجَةِ، وَنَفَقَتَهَا عَلَى نَفَقَةِ الْخَادِمِ.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم mendahulukan nafkah anak atas nafkah istri, dan nafkah istri atas nafkah pelayan.

فَهٰذِهِ أَحْكَامٌ فِقْهِيَّةٌ لَا بُدَّ لِلْغَنِيِّ مِنْ مَعْرِفَتِهَا.
Maka semua ini adalah hukum-hukum fikih yang wajib diketahui oleh orang kaya.

وَقَدْ تَعْرِضُ لَهُ وَقَائِعُ نَادِرَةٌ خَارِجَةٌ عَنْ هٰذَا، فَلَهُ أَنْ يَتَّكِلَ فِيهَا عَلَى الِاسْتِفْتَاءِ عِنْدَ نُزُولِ الْوَاقِعَةِ بَعْدَ إِحَاطَتِهِ بِهٰذَا الْمِقْدَارِ.
Dan mungkin saja muncul padanya kejadian-kejadian langka di luar uraian ini. Dalam hal itu ia boleh bergantung pada fatwa saat kejadian itu terjadi, setelah ia memahami kadar pengetahuan yang telah disebutkan ini.