Hal-hal yang oleh orang awam dianggap sebagai ilmu-ilmu yang terpuji, padahal sebenarnya bukan.
اَلْبَابُ الثَّالِثُ فِيمَا يَعُدُّهُ الْعَامَّةُ مِنَ الْعُلُومِ الْمَحْمُودَةِ وَلَيْسَ مِنْهَا. Bab ketiga tentang hal-hal yang oleh orang awam dianggap sebagai ilmu-ilmu yang terpuji, padahal sebenarnya bukan termasuk di dalamnya. وَفِيهِ بَيَانُ الْوَجْهِ الَّذِي قَدْ يَكُونُ بِهِ بَعْضُ الْعُلُومِ مَذْمُومًا، وَبَيَانُ تَبْدِيلِ أَسَامِي الْعُلُومِ، وَهُوَ الْفِقْهُ وَالْعِلْمُ وَالتَّوْحِيدُ وَالتَّذْكِيرُ وَالْحِكْمَةُ، وَبَيَانُ الْقَدْرِ الْمَحْمُودِ مِنَ الْعُلُومِ الشَّرْعِيَّةِ وَالْقَدْرِ الْمَذْمُومِ مِنْهَا . Di dalam bab ini terdapat penjelasan tentang sisi yang menyebabkan sebagian ilmu bisa menjadi tercela, penjelasan tentang perubahan nama-nama ilmu, yaitu fikih, ilmu, tauhid, peringatan, dan hikmah, serta penjelasan tentang kadar yang terpuji dari ilmu-ilmu syar‘i dan kadar yang tercela darinya. بَيَانُ عِلَّةِ ذَمِّ الْعِلْمِ الْمَذْمُومِ . Penjelasan tentang sebab tercelanya ilmu yang tercela. لَعَلَّكَ تَقُولُ: الْعِلْمُ هُوَ مَعْرِفَةُ الشَّيْءِ عَلَى م...