Adab-Adab Membaca Al Qur'an : Pendahuluan
كِتَابُ آدَابِ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ
Kitab Adab-Adab Membaca (Tilawah) Al-Qur’an.
بِسْمِ
اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي امْتَنَّ عَلَىٰ عِبَادِهِ بِنَبِيِّهِ الْمُرْسَلِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan karunia kepada
hamba-hamba-Nya dengan Nabi-Nya yang diutus, semoga Allah melimpahkan shalawat
dan salam kepadanya.
وَبِكِتَابِهِ
الْمُنَزَّلِ.
Dan (dengan) kitab-Nya yang diturunkan.
الَّذِي
لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ.
Yang tidak didatangi kebatilan, baik dari depan maupun dari
belakangnya.
تَنْزِيلٌ
مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ.
(Ia adalah) wahyu yang diturunkan dari (Allah) Yang Maha
Bijaksana lagi Maha Terpuji.
حَتَّى
اتَّسَعَ عَلَىٰ أَهْلِ الْأَفْكَارِ طَرِيقُ الِاعْتِبَارِ بِمَا فِيهِ مِنَ
الْقَصَصِ وَالْأَخْبَارِ.
Hingga terbentang luas bagi para pemilik akal jalan untuk
mengambil pelajaran, melalui kisah-kisah dan berita-berita yang terkandung di
dalamnya.
وَاتَّضَحَ
بِهِ سُلُوكُ الْمَنْهَجِ الْقَوِيمِ وَالصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ.
Dan menjadi jelas dengannya cara menempuh jalan yang lurus
dan shirath yang lurus.
بِمَا
فَصَّلَ فِيهِ مِنَ الْأَحْكَامِ.
Karena (Al-Qur’an) merinci di dalamnya berbagai hukum.
وَفَرَّقَ
بَيْنَ الْحَلَالِ وَالْحَرَامِ.
Dan membedakan antara yang halal dan yang haram.
فَهُوَ
الضِّيَاءُ وَالنُّورُ.
Maka Al-Qur’an itulah cahaya terang dan sinar penerang.
وَبِهِ
النَّجَاةُ مِنَ الْغُرُورِ.
Dan dengannya keselamatan dari tipu daya dan kelalaian (yang
menyesatkan).
وَفِيهِ
شِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ.
Dan di dalamnya terdapat penyembuh bagi apa yang ada di
dalam dada.
وَمَنْ
خَالَفَهُ مِنَ الْجَبَابِرَةِ قَصَمَهُ اللَّهُ.
Barang siapa menentangnya dari kalangan orang-orang zalim
yang sewenang-wenang, Allah akan mematahkannya (membinasakannya).
وَمَنْ
ابْتَغَى الْعِلْمَ فِي غَيْرِهِ أَضَلَّهُ اللَّهُ.
Dan barang siapa mencari ilmu pada selainnya, Allah akan
menyesatkannya.
هُوَ
حَبْلُ اللَّهِ الْمَتِينُ.
Al-Qur’an adalah tali Allah yang kokoh.
وَنُورُهُ
الْمُبِينُ.
Dan cahaya-Nya yang nyata.
وَالْعُرْوَةُ
الْوُثْقَىٰ.
Dan pegangan yang paling kuat.
وَالْمُعْتَصَمُ
الْأَوْفَىٰ.
Dan tempat berlindung yang paling sempurna.
وَهُوَ
الْمُحِيطُ بِالْقَلِيلِ وَالْكَثِيرِ وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ.
Dan ia meliputi (pembahasan tentang) yang sedikit dan yang
banyak, yang kecil dan yang besar.
لَا
تَنْقَضِي عَجَائِبُهُ.
Keajaiban-keajaibannya tidak akan habis.
وَلَا
تَتَنَاهَىٰ غَرَائِبُهُ.
Dan keunikan-keunikan (yang menakjubkan) di dalamnya tidak
akan berujung.
لَا
يُحِيطُ بِفَوَائِدِهِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ تَحْدِيدٌ.
Tidak ada batasan yang dapat mencakup seluruh faedahnya
menurut para ahli ilmu.
وَلَا
يَخْلَقُهُ عِنْدَ أَهْلِ التِّلَاوَةِ كَثْرَةُ التَّرْدِيدِ.
Dan ia tidak menjadi usang bagi para pembacanya meskipun
sering diulang-ulang.
هُوَ
الَّذِي أَرْشَدَ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ.
Dialah (Al-Qur’an) yang memberi petunjuk kepada orang-orang
terdahulu dan yang kemudian.
وَلَمَّا
سَمِعَهُ الْجِنُّ لَمْ يَلْبَثُوا أَنْ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ.
Dan ketika bangsa jin mendengarnya, tidak lama kemudian
mereka kembali kepada kaum mereka sebagai pemberi peringatan.
فَقَالُوا:
إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا.
Mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendengar Al-Qur’an
yang menakjubkan.”
يَهْدِي
إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ.
“Ia memberi petunjuk kepada jalan yang benar, maka kami pun
beriman kepadanya.”
وَلَنْ
نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا.
“Dan kami tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan
Tuhan kami.”
فَكُلُّ
مَنْ آمَنَ بِهِ فَقَدْ وُفِّقَ.
Maka setiap orang yang beriman kepadanya sungguh telah
diberi taufik.
وَمَنْ
قَالَ بِهِ فَقَدْ صَدَقَ.
Dan barang siapa berkata dengannya (berpegang pada
kebenarannya), sungguh ia telah benar.
وَمَنْ
تَمَسَّكَ بِهِ فَقَدْ هُدِيَ.
Dan barang siapa berpegang teguh dengannya, sungguh ia telah
mendapat petunjuk.
وَمَنْ
عَمِلَ بِهِ فَقَدْ فَازَ.
Dan barang siapa mengamalkannya, sungguh ia telah beruntung.
وَقَالَ
تَعَالَىٰ: إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ.
Dan Dia Yang Mahatinggi berfirman, “Sesungguhnya Kami-lah
yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar akan
menjaganya.”
وَمِنْ
أَسْبَابِ حِفْظِهِ فِي الْقُلُوبِ وَالْمَصَاحِفِ اسْتِدَامَةُ تِلَاوَتِهِ.
Dan termasuk sebab terjaganya Al-Qur’an di dalam hati dan
mushaf ialah terus-menerus membacanya.
وَالْمُوَاظَبَةُ
عَلَىٰ دِرَاسَتِهِ.
Dan tekun membahas serta mempelajarinya.
مَعَ
الْقِيَامِ بِآدَابِهِ وَشُرُوطِهِ.
Dengan disertai pelaksanaan adab-adab dan syarat-syaratnya.
وَالْمُحَافَظَةُ
عَلَىٰ مَا فِيهِ مِنَ الْأَعْمَالِ الْبَاطِنَةِ.
Serta menjaga amalan-amalan batin yang terkandung di
dalamnya.
وَالْآدَابِ
الظَّاهِرَةِ.
Dan adab-adab lahir (yang tampak).
وَذٰلِكَ
لَا بُدَّ مِنْ بَيَانِهِ وَتَفْصِيلِهِ.
Dan hal itu harus dijelaskan dan dirinci.
وَتَنْكَشِفُ
مَقَاصِدُهُ فِي أَرْبَعَةِ أَبْوَابٍ.
Dan tujuan-tujuannya akan menjadi jelas dalam empat bab.
اَلْبَابُ
الْأَوَّلُ فِي فَضْلِ الْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ.
Bab pertama: tentang keutamaan Al-Qur’an dan para
pengamalnya.
اَلْبَابُ
الثَّانِي فِي آدَابِ التِّلَاوَةِ فِي الظَّاهِرِ.
Bab kedua: tentang adab-adab tilawah secara lahir.
اَلْبَابُ
الثَّالِثُ فِي الْأَعْمَالِ الْبَاطِنَةِ عِنْدَ التِّلَاوَةِ.
Bab ketiga: tentang amalan-amalan batin ketika tilawah.
اَلْبَابُ
الرَّابِعُ فِي فَهْمِ الْقُرْآنِ وَتَفْسِيرِهِ بِالرَّأْيِ وَغَيْرِهِ.
Bab keempat: tentang memahami Al-Qur’an dan menafsirkannya
dengan ra’yu (pendapat) dan selainnya.