Akad Salam

الْعَقْدُ الثَّالِثُ: السَّلَمُ.

Akad ketiga: salam, yaitu jual beli pesanan dengan pembayaran di muka.

وَلْيُرَاعِ التَّاجِرُ فِيهِ عَشَرَةَ شُرُوطٍ.

Pedagang harus memperhatikan di dalamnya sepuluh syarat.

الْأَوَّلُ: أَنْ يَكُونَ رَأْسُ الْمَالِ مَعْلُومًا عَلَى مِثْلِهِ.

Pertama: modal atau harga harus diketahui dengan jelas, beserta padanannya.

حَتَّى لَوْ تَعَذَّرَ تَسْلِيمُ الْمُسْلَمِ فِيهِ أَمْكَنَ الرُّجُوعُ إِلَى قِيمَةِ رَأْسِ الْمَالِ.

Sehingga jika barang pesanan tidak dapat diserahkan, masih mungkin kembali kepada nilai modalnya.

فَإِنْ أَسْلَمَ كَفًّا مِنَ الدَّرَاهِمِ جُزَافًا فِي كُرٍّ حِنْطَةٍ لَمْ يَصِحَّ فِي أَحَدِ الْقَوْلَيْنِ.

Jika ia menyerahkan segenggam dirham secara taksiran untuk satu kor gandum, maka menurut salah satu pendapat transaksi itu tidak sah.

الثَّانِي: أَنْ يُسْلِمَ رَأْسَ الْمَالِ فِي مَجْلِسِ الْعَقْدِ قَبْلَ التَّفَرُّقِ.

Kedua: harga harus diserahkan dalam majelis akad sebelum keduanya berpisah.

فَلَوْ تَفَرَّقَا قَبْلَ الْقَبْضِ انْفَسَخَ السَّلَمُ.

Jika keduanya berpisah sebelum serah terima, maka akad salam batal.

الثَّالِثُ: أَنْ يَكُونَ الْمُسْلَمُ فِيهِ مِمَّا يُمْكِنُ تَعْرِيفُ أَوْصَافِهِ.

Ketiga: barang pesanan harus termasuk sesuatu yang mungkin dijelaskan sifat-sifatnya.

كَالْحُبُوبِ وَالْحَيَوَانَاتِ وَالْمَعَادِنِ وَالْقُطْنِ وَالصُّوفِ وَالْإِبْرِيسَمِ وَالْأَلْبَانِ وَاللُّحُومِ وَمَتَاعِ الْعَطَّارِينَ وَأَشْبَاهِهَا.

Seperti biji-bijian, hewan, barang tambang, kapas, wol, sutra, susu, daging, barang dagangan para penjual wewangian, dan semisalnya.

وَلَا يَجُوزُ فِي الْمَعْجُونَاتِ وَالْمُرَكَّبَاتِ.

Dan tidak boleh pada adonan-obatan dan barang-barang campuran.

وَمَا تَخْتَلِفُ أَجْزَاؤُهُ.

Atau sesuatu yang bagian-bagiannya berbeda-beda.

كَالْقِسِيِّ الْمُتَنَوِّعَةِ وَالنِّبَالِ الْمَعْمُولَةِ وَالْخِفَافِ وَالنِّعَالِ الْمُخْتَلِفَةِ أَجْزَاؤُهَا وَصِنَاعَتُهَا وَجُلُودِ الْحَيَوَانَاتِ.

Seperti busur-busur yang beraneka ragam, anak panah yang dibuat, sepatu kulit ringan, sandal yang berbeda-beda bagian dan pembuatannya, serta kulit-kulit hewan.

وَيَجُوزُ السَّلَمُ فِي الْخُبْزِ.

Dan salam boleh pada roti.

وَمَا يَتَطَرَّقُ إِلَيْهِ مِنَ اخْتِلَافِ قَدْرِ الْمِلْحِ وَالْمَاءِ بِكَثْرَةِ الطَّبْخِ وَقِلَّتِهِ يُعْفَى عَنْهُ وَيُتَسَامَحُ فِيهِ.

Adapun perbedaan kadar garam dan air yang mungkin timbul karena banyak atau sedikitnya proses memasak, maka dimaafkan dan ditoleransi.

الرَّابِعُ: أَنْ يَسْتَقْصِيَ وَصْفَ هَذِهِ الْأُمُورِ الْقَابِلَةِ لِلْوَصْفِ.

Keempat: ia harus merinci sifat-sifat barang-barang yang dapat dijelaskan itu.

حَتَّى لَا يَبْقَى وَصْفٌ تَتَفَاوَتُ بِهِ الْقِيمَةُ تَفَاوُتًا لَا يَتَغَابَنُ بِمِثْلِهِ النَّاسُ إِلَّا ذَكَرَهُ.

Sehingga tidak tersisa satu sifat pun yang menyebabkan perbedaan harga secara berarti, kecuali disebutkan.

فَإِنَّ ذَلِكَ الْوَصْفَ هُوَ الْقَائِمُ مَقَامَ الرُّؤْيَةِ فِي الْبَيْعِ.

Karena sifat itu menempati posisi penglihatan langsung dalam jual beli.

الْخَامِسُ: أَنْ يَجْعَلَ الْأَجَلَ مَعْلُومًا إِنْ كَانَ مُؤَجَّلًا.

Kelima: jika akadnya ditangguhkan, maka batas waktunya harus jelas.

فَلَا يُؤَجَّلُ إِلَى الْحَصَادِ وَلَا إِلَى إِدْرَاكِ الثِّمَارِ.

Jangan ditangguhkan sampai masa panen atau sampai buah matang.

بَلْ إِلَى الشُّهُورِ وَالْأَيَّامِ.

Tetapi hendaknya ditentukan dengan bulan dan hari.

فَإِنَّ الْإِدْرَاكَ قَدْ يَتَقَدَّمُ وَقَدْ يَتَأَخَّرُ.

Karena pematangan bisa lebih cepat dan bisa juga terlambat.

السَّادِسُ: أَنْ يَكُونَ الْمُسْلَمُ فِيهِ مِمَّا يُقْدَرُ عَلَى تَسْلِيمِهِ وَقْتَ الْمَحَلِّ.

Keenam: barang pesanan harus sesuatu yang mampu diserahkan pada waktu jatuh tempo.

وَيُؤْمَنُ فِيهِ وُجُودُهُ غَالِبًا.

Dan biasanya keberadaannya dapat diharapkan aman.

فَلَا يَنْبَغِي أَنْ يُسْلِمَ فِي الْعِنَبِ إِلَى أَجَلٍ لَا يُدْرَكُ فِيهِ.

Maka tidak sepatutnya memesan anggur dengan tenggat waktu yang sudah tidak memungkinkan buah itu ada.

وَكَذَلِكَ سَائِرُ الْفَوَاكِهِ.

Demikian pula semua buah-buahan lainnya.

فَإِنْ كَانَ الْغَالِبُ وُجُودَهُ وَجَاءَ الْمَحَلُّ وَعَجَزَ عَنْ التَّسْلِيمِ بِسَبَبِ آفَةٍ فَلَهُ أَنْ يُمْهِلَهُ إِنْ شَاءَ أَوْ يَفْسَخَ وَيَرْجِعَ فِي رَأْسِ الْمَالِ.

Jika pada umumnya barang itu ada, lalu tiba waktu penyerahan tetapi ia tidak mampu menyerahkannya karena suatu musibah, maka pembeli boleh memberinya tenggang waktu jika mau, atau membatalkan akad dan mengambil kembali modalnya.

السَّابِعُ: أَنْ يَذْكُرَ مَكَانَ التَّسْلِيمِ فِيمَا يَخْتَلِفُ الْغَرَضُ بِهِ لِكَيْ لَا يُثِيرَ ذَلِكَ نِزَاعًا.

Ketujuh: tempat penyerahan harus disebutkan pada hal-hal yang berbeda tujuan karenanya, agar tidak menimbulkan perselisihan.

الثَّامِنُ: أَنْ لَا يُعَلِّقَهُ بِمُعَيَّنٍ.

Kedelapan: jangan mengaitkannya dengan barang yang tertentu.

فَيَقُولَ: مِنْ حِنْطَةِ هَذَا الزَّرْعِ أَوْ ثَمَرَةِ هَذَا الْبُسْتَانِ.

Misalnya ia berkata: “Dari gandum tanaman ini” atau “dari buah kebun ini.”

فَإِنَّ ذَلِكَ يُبْطِلُ كَوْنَهُ دَيْنًا.

Karena itu membatalkan sifatnya sebagai utang.

نَعَمْ، لَوْ أَضَافَ إِلَى ثَمَرَةِ بَلَدٍ أَوْ قَرْيَةٍ كَبِيرَةٍ لَمْ يَضُرَّ ذَلِكَ.

Akan tetapi, jika ia menisbatkannya kepada buah suatu negeri atau desa besar, hal itu tidak mengapa.

التَّاسِعُ: أَنْ لَا يُسْلِمَ فِي شَيْءٍ نَفِيسٍ عَزِيزِ الْوُجُودِ.

Kesembilan: jangan memesan sesuatu yang sangat berharga dan jarang ada.

مِثْلَ دُرَّةٍ مَوْصُوفَةٍ يَعِزُّ وُجُودُ مِثْلِهَا.

Seperti sebuah mutiara yang disifati dengan rincian, yang sejenisnya sulit ditemukan.

أَوْ جَارِيَةٍ حَسْنَاءَ مَعَهَا وَلَدُهَا.

Atau seorang budak perempuan yang cantik beserta anaknya.

أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ مِمَّا لَا يُقْدَرُ عَلَيْهِ غَالِبًا.

Atau selain itu dari hal-hal yang pada umumnya tidak mampu disediakan.

الْعَاشِرُ: أَنْ لَا يُسْلِمَ فِي طَعَامٍ مَهْمَا كَانَ رَأْسُ الْمَالِ طَعَامًا.

Kesepuluh: jangan memesan makanan dengan pembayaran di muka jika harga yang dibayarkan juga berupa makanan.

سَوَاءٌ كَانَ مِنْ جِنْسِهِ أَوْ لَمْ يَكُنْ.

Baik sejenis maupun tidak sejenis.

وَلَا يُسْلِمَ فِي نَقْدٍ إِذَا كَانَ رَأْسُ الْمَالِ نَقْدًا.

Dan jangan pula memesan uang dengan uang jika modal yang diberikan juga berupa uang.

وَقَدْ ذَكَرْنَا هَذَا فِي الرِّبَا.

Dan hal ini telah kami sebutkan dalam باب riba.