Penjelasan Sikap Rasulullah SAW dalam Mengabaikan Hal-Hal yang Beliau Benci
بَيَانُ إِغْضَائِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَمَّا كَانَ يَكْرَهُهُ
Penjelasan mengenai sikap berpaling (mengabaikan) beliau
Shallallahu 'Alaihi Wasallam terhadap hal-hal yang tidak beliau sukai.
كَانَ
رَسُولُ اللهِ رَقِيقَ الْبَشْرَةِ لَطِيفَ الظَّاهِرِ وَالْبَاطِنِ يُعْرَفُ فِي
وَجْهِهِ غَضَبُهُ وَرِضَاهُ
Rasulullah adalah pribadi yang halus kulitnya serta lembut
lahir dan batinnya, yang mana rasa marah dan ridanya dapat dikenali melalui
rona wajahnya.
وَكَانَ
إِذَا اشْتَدَّ وَجْدُهُ أَكْثَرَ مِنْ مَسِّ لِحْيَتِهِ الْكَرِيمَةِ
Apabila rasa sedih atau kegundahannya memuncak, beliau lebih
sering menyentuh janggutnya yang mulia.
وَكَانَ
لَا يُشَافِهُ أَحَدًا بِمَا يَكْرَهُهُ
Beliau tidak pernah menghadapi seseorang secara langsung
dengan kata-kata yang dibenci orang tersebut.
دَخَلَ
عَلَيْهِ رَجُلٌ وَعَلَيْهِ صُفْرَةٌ فَكَرِهَهَا فَلَمْ يَقُلْ لَهُ شَيْئًا
حَتَّى خَرَجَ
Pernah seorang laki-laki menemui beliau dalam keadaan
memakai wewangian berwarna kuning (khuluq), beliau tidak menyukainya namun
tidak mengatakan apa pun kepadanya hingga orang itu keluar.
فَقَالَ
لِبَعْضِ الْقَوْمِ لَوْ قُلْتُمْ لِهَذَا أَنْ يَدَعَ هَذِهِ يَعْنِي الصُّفْرَةَ
Lalu beliau bersabda kepada sebagian orang yang ada,
"Alangkah baiknya jika kalian katakan kepada orang ini agar meninggalkan
(warna) kuning ini."
وَبَالَ
أَعْرَابِيٌّ فِي الْمَسْجِدِ بِحَضْرَتِهِ فَهَمَّ بِهِ الصَّحَابَةُ
Seorang Arab Badui pernah kencing di dalam masjid di hadapan
beliau, lalu para sahabat hendak bertindak keras kepadanya.
فَقَالَ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُزْرِمُوهُ أَيْ لَا تَقْطَعُوا عَلَيْهِ
الْبَوْلَ
Maka beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Janganlah kalian memutus kencingnya."
ثُمَّ
قَالَ لَهُ إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لَا تَصْلُحُ لِشَيْءٍ مِنَ الْقَذَرِ
وَالْبَوْلِ وَالْخَلَاءِ
Kemudian beliau bersabda kepada orang tersebut,
"Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak pantas untuk tempat kotoran,
kencing, maupun buang air besar."
وَفِي
رِوَايَةٍ قَرِّبُوا وَلَا تُنَفِّرُوا
Dalam sebuah riwayat disebutkan, "Dekatilah
(permudahlah) dan janganlah kalian membuat orang lari (menjauh)."
وَجَاءَهُ
أَعْرَابِيٌّ يَوْمًا يَطْلُبُ مِنْهُ شَيْئًا فَأَعْطَاهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ لَهُ أَحْسَنْتُ إِلَيْكَ
Suatu hari seorang Arab Badui datang menemui beliau untuk
meminta sesuatu, lalu beliau memberinya dan bertanya, "Apakah aku telah
berbuat baik kepadamu?"
قَالَ
الْأَعْرَابِيُّ لَا وَلَا أَجْمَلْتَ
Si Badui itu menjawab, "Tidak, dan kamu pun tidak
memberi dengan cara yang baik."
قَالَ
فَغَضِبَ الْمُسْلِمُونَ وَقَامُوا إِلَيْهِ فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ كَفُّوا
Maka kaum muslimin yang hadir merasa marah dan hendak
menyerangnya, namun beliau memberi isyarat agar mereka menahan diri.
ثُمَّ
قَامَ وَدَخَلَ مَنْزِلَهُ وَأَرْسَلَ إِلَى الْأَعْرَابِيِّ وَزَادَهُ شَيْئًا
ثُمَّ قَالَ أَحْسَنْتُ إِلَيْكَ
Kemudian beliau bangkit masuk ke dalam rumahnya, lalu
mengutus seseorang untuk memanggil si Badui dan memberinya tambahan pemberian,
kemudian bertanya lagi, "Apakah aku telah berbuat baik kepadamu?"
قَالَ
نَعَمْ فَجَزَاكَ اللهُ مِنْ أَهْلٍ وَعَشِيرَةٍ خَيْرًا
Ia menjawab, "Ya, semoga Allah membalasmu dengan
kebaikan sebagai keluarga dan kerabat."
فَقَالَ
لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ قُلْتَ مَا قُلْتَ وَفِي
نَفْسِ أَصْحَابِي شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya,
"Sesungguhnya engkau tadi telah mengatakan apa yang engkau katakan, dan
hal itu membekas di hati para sahabatku."
فَإِنْ
أَحْبَبْتَ فَقُلْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ مَا قُلْتَ بَيْنَ يَدَيَّ حَتَّى يَذْهَبَ
مِنْ صُدُورِهِمْ مَا فِيهَا عَلَيْكَ
"Jika engkau mau, ucapkanlah di hadapan mereka apa yang
telah engkau ucapkan di hadapanku tadi, agar hilang apa yang ada di dalam hati
mereka terhadapmu."
قَالَ
نَعَمْ فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ أَوِ الْعَشِيُّ جَاءَ
Ia menjawab, "Baik." Maka keesokan harinya atau
sore harinya, ia pun datang.
فَقَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا الْأَعْرَابِيَّ قَالَ
مَا قَالَ فَزِدْنَاهُ فَزَعَمَ أَنَّهُ رَضِيَ أَكَذَلِكَ
Lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Sesungguhnya orang Badui ini telah mengatakan apa yang ia katakan
kemarin, lalu kami memberinya tambahan dan ia mengaku telah rida, benarkah
demikian?"
فَقَالَ
الْأَعْرَابِيُّ نَعَمْ فَجَزَاكَ اللهُ مِنْ أَهْلٍ وَعَشِيرَةٍ خَيْرًا
Orang Badui itu menjawab, "Ya, semoga Allah membalasmu
dengan kebaikan sebagai keluarga dan kerabat."
فَقَالَ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ هَذَا الْأَعْرَابِيِّ
كَمَثَلِ رَجُلٍ كَانَتْ لَهُ نَاقَةٌ شَرَدَتْ عَلَيْهِ
Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan orang Badui ini adalah seperti
seorang laki-laki yang memiliki seekor unta yang lari darinya."
فَاتَّبَعَهَا
النَّاسُ فَلَمْ يَزِيدُوهَا إِلَّا نُفُورًا
Lalu orang-orang mengejar unta itu, namun mereka justru
membuat unta tersebut semakin liar dan lari menjauh.
فَنَادَاهُمْ
صَاحِبُ النَّاقَةِ خَلُّوا بَيْنِي وَبَيْنَ نَاقَتِي فَإِنِّي أَرْفَقُ بِهَا
وَأَعْلَمُ
Maka pemilik unta itu berseru kepada mereka,
"Biarkanlah antara aku dan untaku, karena aku lebih lembut terhadapnya dan
lebih mengenalnya."
فَتَوَجَّهَ
لَهَا صَاحِبُ النَّاقَةِ بَيْنَ يَدَيْهِ فَأَخَذَ لَهَا مِنْ قُمَامِ الْأَرْضِ
Maka pemilik unta itu mendekatinya dari arah depan dan
mengambilkan untuknya tumbuh-tumbuhan yang ada di tanah.
فَرَدَّهَا
هَوْنًا حَتَّى جَاءَتْ وَاسْتَنَاخَتْ وَشَدَّ عَلَيْهَا رَحْلَهَا وَاسْتَوَى
عَلَيْهَا
Ia menuntunnya dengan lembut hingga unta itu datang dan
mendekam, lalu ia memasangkan pelananya dan menungganginya.
وَإِنِّي
لَوْ تَرَكْتُكُمْ حَيْثُ قَالَ الرَّجُلُ مَا قَالَ فَقَتَلْتُمُوهُ دَخَلَ
النَّارَ
"Dan sesungguhnya aku, seandainya aku membiarkan kalian
saat orang ini mengatakan apa yang ia katakan tadi lalu kalian membunuhnya,
niscaya ia akan masuk neraka."