Penjelasan Tentang Perumpamaan Hati Bersama Pasukan-Pasukannya yang Batin

 بَيَانُ أَمْثِلَةِ الْقَلْبِ مَعَ جُنُودِهِ الْبَاطِنَةِ 

Penjelasan tentang perumpamaan hati bersama pasukan-pasukannya yang batin 

اِعْلَمْ أَنَّ جُنْدَ الْغَضَبِ وَالشَّهْوَةِ قَدْ يَنْقَادَانِ لِلْقَلْبِ اِنْقِيَادًا تَامًّا 

Ketahuilah bahwa pasukan marah (ghadab) dan syahwat dapat tunduk sepenuhnya kepada hati 

فَيُعِينَانِهِ عَلَى طَرِيقِهِ الَّذِي يَسْلُكُهُ 

Maka keduanya menolongnya di jalan yang ia tempuh 

وَتَحْسُنُ مُرَافِقَتُهُمَا فِي السَّفَرِ الَّذِي هُوَ بِصَدَدِهِ 

dan keduanya menjadi teman perjalanan yang baik dalam perjalanan yang sedang ia jalani 

وَقَدْ يَسْتَعْصِيَانِ عَلَيْهِ اِسْتِعْصَاءً بَغْيًا وَتَمَرُّدًا 

Namun bisa juga keduanya menjadi pembangkang dengan kezaliman dan sikap durhaka 

حَتَّى يَمْلِكَاهُ وَيَسْتَبْعِدَاهُ 

hingga menguasainya dan menyingkirkannya 

وَفِيهِ هَلَاكُهُ وَانْقِطَاعُهُ عَنْ سَفَرِهِ الَّذِي بِهِ وَصُولُهُ إِلَى سَعَادَةِ الأَبَدِ 

di mana kebinasaannya terjadi dan terputuslah perjalanannya menuju kebahagiaan yang abadi 

وَلِلْقَلْبِ جُنْدٌ آخَرُ وَهُوَ الْعِلْمُ وَالْحِكْمَةُ وَالتَّفَكُّرُ 

Hati juga memiliki pasukan lain, yaitu ilmu, hikmah, dan berpikir/merenung 

كَمَا سَيَأْتِي شَرْحُهُ 

sebagaimana nanti penjelasannya akan datang 

وَحَقُّهُ أَنْ يَسْتَعِينَ بِهٰذَا الْجُنْدِ 

Adapun hak hati adalah meminta bantuan kepada pasukan ini 

فَإِنَّهُ حِزْبُ اللهِ تَعَالَى عَلَى الْجُنْدَيْنِ الْآخَرَيْنِ 

Karena ia adalah “hizb” (golongan) Allah Ta‘ālā, mengalahkan dua pasukan yang lain 

فَإِنَّهُمَا قَدْ يَلْتَحِقَانِ بِحِزْبِ الشَّيْطَانِ 

Sebab keduanya bisa saja bergabung menjadi pasukan golongan setan 

فَإِنْ تَرَكَ الِاسْتِعَانَةَ وَسُلِّطَ عَلَى نَفْسِهِ جُنْدُ الْغَضَبِ وَالشَّهْوَةِ هَلَكَ يَقِينًا 

Jika ia meninggalkan permintaan bantuan, lalu marah dan syahwat diberi kuasa atas dirinya, niscaya ia binasa pasti 

وَخَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا 

dan ia merugi kerugian yang nyata 

وَذٰلِكَ حَالَةُ أَكْثَرِ الْخَلْقِ 

Itulah keadaan kebanyakan makhluk 

فَإِنَّ عُقُولَهُمْ صَارَتْ مُسَخَّرَةً لِشَهَوَاتِهِمْ 

Karena akal mereka dijadikan tunduk kepada syahwat mereka 

فِي اِسْتِنبَاطِ الْحِيلِ لِقَضَاءِ الشَّهْوَةِ 

dalam mencari siasat untuk menunaikan syahwat 

وَكَانَ يَنْبَغِي أَنْ تَكُونَ الشَّهْوَةُ مُسَخَّرَةً لِعُقُولِهِمْ 

Padahal seharusnya syahwat yang tunduk kepada akal mereka 

فِيمَا يَفْتَقِرُ إِلَيْهِ الْعَقْلُ 

pada hal-hal yang justru membutuhkan akal 

وَنُقَرِّبُ ذٰلِكَ إِلَى فَهْمِكَ بِثَلَاثَةِ أَمْثِلَةٍ 

Kami dekatkan itu kepada pemahamanmu dengan tiga contoh 

اَلْمَثَالُ الأَوَّلُ 

Contoh pertama 

أَنْ نَقُولَ مِثْلَ نَفْسِ الإِنْسَانِ فِي بَدَنِهِ 

Kita katakan: seperti jiwa manusia dalam tubuhnya 

أَعْنِي بِالنَّفْسِ اللَّطِيفَةِ الْمَذْكُورَةِ كَمَثَلِ مَلِكٍ فِي مَدِينَتِهِ وَمَمْلَكَتِهِ 

yakni kehalusan jiwa yang disebutkan, bagaikan seorang raja dalam kota dan kerajaannya 

فَإِنَّ الْبَدَنَ مَمْلَكَةُ النَّفْسِ وَعَالَمُهَا وَمُسْتَقَرُّهَا وَمَدِينَتُهَا 

Sebab tubuh adalah kerajaan jiwa, dunianya, tempat menetapnya, dan kotanya 

وَجَوَارِحُهَا وَقُوَاهَا 

serta anggota-anggota dan kekuatannya 

فَهِيَ بِمَنْزِلَةِ الصِّنَاعِ وَالْعُمَّالِ 

Semua itu bagaikan para pekerja dan pembuat 

وَالْقُوَّةِ الْعَقْلِيَّةِ الْمُفَكِّرَةِ 

dan kekuatan akal yang berpikir 

كَالْمُشِيرِ النَّاصِحِ وَالْوَزِيرِ الْعَاقِلِ 

seperti penasehat yang jujur dan menteri yang cerdas 

وَالشَّهْوَةُ لَهَا كَالْعَبْدِ السُّوْءِ 

Syahwat baginya seperti budak yang jahat 

يَجْلِبُ الطَّعَامَ وَالْمِيرَةَ إِلَى الْمَدِينَةِ 

yang mendatangkan makanan dan bahan persediaan ke kota 

وَالْغَضَبُ وَالْحَمِيَّةُ لَهَا كَصَاحِبِ الشُّرْطَةِ 

sedangkan marah dan garang/berani melindungi diri baginya seperti kepala polisi/penjaga keamanan 

وَالْعَبْدُ الْجَالِبُ لِلْمِيرَةِ كَذَّابٌ مَكَّارٌ خَدَّاعٌ خَبِيثٌ 

Budak pendatang persediaan itu pembohong, licik, menipu, dan keji 

يَتَمَثَّلُ بِصُورَةِ النَّاصِحِ 

berwujud seperti penasehat yang baik 

وَتَحْتَ نُصْحِهِ الشَّرُّ الْهَائِلُ وَالسُّمُّ الْقَاتِلُ 

namun di bawah “nasihat”nya ada kejahatan yang dahsyat dan racun yang mematikan 

وَدِيدَنُهُ وَعَادَتُهُ مُنَازَعَةُ الْوَزِيرِ النَّاصِحِ فِي آرَائِهِ وَتَدْبِيرَاتِهِ 

Kebiasaannya menentang menteri penasehat dalam pendapat dan pengaturan 

حَتَّى لَا يَخْلُوَ مِنْ مُنَازَعَتِهِ وَمُعَارَضَتِهِ سَاعَةً 

hingga tak pernah lepas dari perdebatan dan penentangannya walau sebentar 

كَمَا أَنَّ الْوَالِي فِي مَمْلَكَتِهِ 

Seperti seorang penguasa dalam kerajaannya 

إِذَا كَانَ مُسْتَغْنِيًا فِي تَدْبِيرَاتِهِ بِوَزِيرِهِ مُسْتَشِيرًا لَهُ 

jika ia merasa cukup dalam pengaturan dengan menterinya, ia meminta pendapatnya 

وَمُعْرِضًا عَنْ إِشَارَةِ هٰذَا الْعَبْدِ الْخَبِيثِ 

dan berpaling dari isyarat budak yang keji itu 

مُسْتَدِلًّا بِإِشَارَتِهِ فِي أَنَّ الصَّوَابَ فِي نِقْضِ رَأْيِهِ 

dengan menjadikan isyarat menterinya sebagai bukti bahwa yang benar justru bertentangan dengan pendapat budak itu 

أَدَّبَهُ صَاحِبُ شَرْطَتِهِ وَسَاسَهُ 

maka kepala penjaga/polisi mendisiplinkannya dan menatanya 

وَجَعَلَهُ مُؤْتَمِرًا لَهُ 

menjadikannya menurut perintah 

مُسَلَّطًا مِنْ جِهَتِهِ عَلَى هٰذَا الْعَبْدِ الْخَبِيثِ وَأَتْبَاعِهِ وَأَنْصَارِهِ 

dan membuatnya berkuasa dari sisi (penguasa) itu terhadap budak keji tersebut serta para pengikut dan pendukungnya 

حَتَّى يَكُونَ الْعَبْدُ مَسُوسًا لَا سَائِسًا 

hingga budak itu menjadi yang ditundukkan bukan yang menundukkan 

وَمَأْمُورًا مُدَبَّرًا لَا أَمِيرًا مُدَبِّرًا 

dan menjadi yang diperintah serta diatur, bukan yang menjadi pemimpin yang mengatur 

فَاسْتَقَامَ أَمْرُ بِلَادِهِ وَانْتَظَمَ الْعَدْلُ بِسَبَبِهِ 

Maka urusan negerinya pun lurus, dan keadilan pun tersusun berkat sebab itu 

فَكَذٰا النَّفْسُ 

Demikian pula jiwa 

مَتَى اسْتَعَانَتْ بِالْعَقْلِ 

jika ia meminta bantuan kepada akal 

وَأَدَّبَتْ بِحِمَيَّةِ الْغَضَبِ سُلْطَتَهَا عَلَى الشَّهْوَةِ 

dan mendidik dengan garang/marahnya, serta menahan kendalinya atas syahwat 

وَاسْتَعَانَتْ بِإِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى 

lalu ia saling menolong antara keduanya atas yang lain 

تَارَةً بِأَنْ تُقَلِّلَ مَرْتَبَةَ الْغَضَبِ وَغُلُوَاءَهُ بِمُخَالَفَةِ الشَّهْوَةِ وَاسْتِدْرَاجِهَا 

kadang dengan menurunkan tingkat marah dan berlebihannya dengan menentang syahwat dan menariknya perlahan 

وَتَارَةً بِقَمْعِ الشَّهْوَةِ وَقَهْرِهَا بِتَسْلِيطِ الْغَضَبِ وَالْحَمِيَّةِ عَلَيْهَا 

dan kadang dengan mengekang syahwat, menundukkannya, dengan menimpakan marah dan garang ke atasnya 

وَتَقْبِيحِ مُقْتَضِيَاتِهَا 

serta membuat buruk tuntutan-tuntutannya 

اعْتَدَلَتْ قُوَاهَا وَحَسُنَتْ أَخْلَاقُهَا 

maka kekuatannya menjadi seimbang dan akhlaknya menjadi baik 

وَمَنْ عَدَلَ عَنْ هٰذِهِ الطَّرِيقَةِ 

Barang siapa menyimpang dari cara ini 

فَكَأَنَّهُ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيهِ 

maka ia seperti orang yang Allah Ta‘ālā tentangnya berfirman 

أَفَرَأَيْتَ مَنْ اتَّخَذَ إِلٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللهُ عَلَى عِلْمٍ 

“Apakah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? Lalu Allah menyesatkannya dengan ilmu (yang ada pada dirinya).” 

وَقَالَ اللهُ تَعَالَى 

Dan Allah Ta‘ālā berfirman 

وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ 

“Dan dia mengikuti hawa nafsunya, maka perumpamaannya seperti anjing: jika engkau menghalaunya ia menjulurkan lidahnya, dan jika engkau membiarkannya ia tetap menjulurkan lidahnya.” 

وَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ فِي مَنْ نَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى 

Dan ‘Azza wa Jalla berfirman tentang orang yang melarang nafsu dari hawa 

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى 

“Adapun orang yang takut kepada tempat berdirinya Rabbnya, dan menahan nafsunya dari hawa nafsu…” 

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى 

“maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” 

وَسَيَأْتِي كَيْفِيَّةُ مُجَاهَدَةِ هٰذِهِ الْجُنُودِ وَتَسْلِيطِ بَعْضِهَا عَلَى بَعْضٍ 

Nanti akan datang cara berjihad (mujāhadah) terhadap pasukan-pasukan ini, dan bagaimana sebagian menundukkan sebagian yang lain 

فِي كِتَابِ رِيَاضَةِ النَّفْسِ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى 

di dalam kitab “riyāḍat an-nafs” (melatih jiwa), insyā’ Allah Ta‘ālā 

اَلْمَثَالُ الثَّانِي 

Contoh kedua 

اِعْلَمْ أَنَّ الْبَدَنَ كَالْمَدِينَةِ 

Ketahuilah bahwa tubuh bagaikan sebuah kota 

وَالْعَقْلُ أَعْنِي الْمُدْرِكَ مِنَ الإِنْسَانِ كَمَلِكٍ يُدَبِّرُهَا 

dan akal, yaitu bagian yang memahami dari manusia, bagaikan raja yang mengatur kota itu 

وَقُوَاهُ الْمُدْرِكَةُ مِنَ الْحَوَاسِّ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ كَجُنُودِهِ وَأَعْوَانِهِ 

Dan kekuatannya yang menangkap melalui indera yang tampak maupun yang batin seperti pasukan dan para penolongnya 

وَأَعْضَاؤُهُ كَرَعِيَّتِهِ 

dan anggota tubuhnya seperti rakyat/gembalaannya 

وَالنَّفْسُ الْأَمَّارَةُ بِالسُّوءِ الَّتِي هِيَ الشَّهْوَةُ وَالْغَضَبُ كَعَدُوٍّ يُنَازِعُهُ فِي مَمْلَكَتِهِ 

Sedangkan nafsu yang menyuruh kepada keburukan, yaitu syahwat dan marah, bagaikan musuh yang memperebutkan kerajaannya 

وَيَسْعَى فِي إِهْلَاكِ رَعِيَّتِهِ 

dan berusaha membinasakan rakyatnya 

فَصَارَ بَدَنُهُ كَرِبَاطٍ وَثُغْرٍ 

Maka tubuhnya menjadi seperti pos pertahanan dan benteng 

وَنَفْسُهُ كَمُقِيمٍ فِيهِ مُرَابِطٍ 

sedangkan jiwanya seperti penjaga yang tinggal di sana dengan berjaga (murābiṭ) 

فَإِنْ جَاهَدَ عَدُوَّهُ وَهَزَمَهُ وَقَهَرَهُ عَلَى مَا يُحِبُّ حُمِدَ أَثَرُهُ 

Jika ia berjihad melawan musuhnya, mengalahkannya, dan menundukkannya sesuai yang disukai, maka bekas/hasil perbuatannya dipuji 

وَإِنْ عَادَ إِلَى الْحَضْرَةِ 

Jika ia kembali ke hadirat (Allah) 

كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى 

sebagaimana Allah Ta‘ālā berfirman 

وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فَضَّلَ اللهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً 

“Orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, Allah mengutamakan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka daripada orang-orang yang duduk (tidak ikut berjihad) dengan satu derajat.” 

وَإِنْ ضَيَّعَ ثُغْرَهُ وَأَهْمَلَ رَعِيَّتَهُ ذُمَّ أَثَرُهُ 

Namun bila ia menyia-nyiakan pos/bentengnya dan mengabaikan rakyat/gembalaannya, maka hasilnya dicela 

فَانْتَقَمَ مِنْهُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى 

maka ia akan dibalas/dituntut oleh Allah Ta‘ālā 

فَيُقَالُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ 

Lalu dikatakan kepadanya pada hari kiamat 

يَا رَاعِيَ السُّوءِ أَكَلْتَ اللَّحْمَ وَشَرِبْتَ اللَّبَنَ وَلَمْ تُؤْوِ الضَّالَّةَ وَلَمْ تُجَبِّرِ الْكَسِيرَ 

“Wahai penggembala yang buruk, engkau makan daging dan minum susu, tetapi engkau tidak menampung yang tersesat, dan tidak memperbaiki yang patah.” 

الْيَوْمَ أَنْتَقِمُ مِنْكَ 

“Pada hari ini aku membalasmu.” 

(١) حَدِيثُ: رَجَعْنَا مِنَ الْجِهَادِ الأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الأَكْبَرِ 

(1) Hadis: “Kami pulang dari jihad kecil menuju jihad besar.” 

أَخْرَجَهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي الزُّهْدِ مِنْ حَدِيثِ جَابِرٍ 

Diriwayatkan oleh al-Bayhaqī dalam kitab az-Zuhd dari hadis Jābir 

وَقَالَ هٰذَا إِسْنَادٌ فِي ضَعْفٍ 

Beliau berkata: “Sanadnya lemah.” 

اَلْمَثَالُ الثَّالِثُ 

Contoh ketiga 

مَثَلُ الْعَقْلِ كَمَثَلِ فَارِسٍ مُتَصَيِّدٍ 

Perumpamaan akal seperti seorang ksatria pemburu 

وَشَهْوَتُهُ كَفَرَسِهِ 

dan syahwatnya seperti kuda tunggangnya 

وَغَضَبُهُ كَكَلْبِهِ 

sedangkan marahnya seperti anjing pemburunya 

فَمَتَى كَانَ الْفَارِسُ حَاذِقًا 

Jika si ksatria pandai 

وَفَرَسُهُ مَرْوُضًا 

dan kudanya terlatih 

وَكَلْبُهُ مُؤَدَّبًا مُعَلَّمًا 

serta anjingnya terdidik dan sudah diajari 

كَانَ جَدِيرًا بِالنَّجَاحِ 

maka ia layak meraih keberhasilan 

وَمَتَى كَانَ فِي نَفْسِهِ أَخْرَقَ 

Namun bila ia sendiri ceroboh 

وَكَانَ الْفَرَسُ جَمُوحًا 

kuda itu liar dan membangkang 

وَكَانَ الْكَلْبُ عَقُورًا 

dan anjingnya galak 

فَلَا فَرَسَهُ يَنْبَعِثُ تَحْتَهُ مُنْقَادًا 

maka kudanya tidak akan bergerak di bawahnya secara patuh 

وَلَا كَلْبُهُ يَسْتَرْسِلُ بِإِشَارَتِهِ مُطِيعًا 

dan anjingnya tidak mau menuruti saat ia memberi isyarat 

فَهُوَ خَلِيقٌ أَنْ يَعْطُبَ 

maka ia layak celaka/terhimpit 

فَضْلًا عَنْ أَنْ يَنَالَ مَا طَلَبَ 

apalagi untuk mendapatkan apa yang ia buru 

وَإِنَّمَا خَرَقُ الْفَارِسِ مِثْلُ جَهْلِ الإِنْسَانِ 

kebodohan/cerobohnya ksatria itu seperti kebodohan manusia 

وَقِلَّةِ حِكْمَتِهِ 

dan kurangnya hikmahnya 

وَكَلَالِ بَصِيرَتِهِ 

serta tumpulnya pandangan batinnya 

وَجَمَاحُ الْفَرَسِ مِثْلُ غَلَبَةِ الشَّهْوَةِ 

dan kuda liar itu seperti dominasi syahwat 

خَاصَّةً شَهْوَةُ الْبَطْنِ وَالْفَرْجِ 

terutama syahwat perut dan kemaluan 

وَعُقُورُ الْكَلْبِ مِثْلُ غَلَبَةِ الْغَضَبِ وَاسْتِيلاَئِهِ 

dan galaknya anjing itu seperti dominasi marah dan penguasaannya 

نَسْأَلُ اللهَ حُسْنَ التَّوْفِيقِ بِلُطْفِهِ 

Kami memohon kepada Allah taufik yang baik berkat kemurahan dan kelembutan-Nya