Penjelasan Tentang Tentara-Tentara (Pasukan) Hati
بَيَانُ جُنُودِ الْقَلْبِ
Penjelasan tentang tentara-tentara (pasukan) hati
قَالَ
اللهُ تَعَالَى: وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ
Allah Ta‘ālā berfirman: “Tidak ada yang mengetahui
tentara-tentara Tuhanmu kecuali Dia.”
وَلِلَّهِ
سُبْحَانَهُ فِي الْقُلُوبِ وَالْأَرْوَاحِ وَغَيْرِهَا مِنَ الْعَوَالِمِ جُنُودٌ
مُجَنَّدَةٌ
Allah Subhānahu wa Ta‘ālā memiliki tentara-tentara yang
dipersiapkan di dalam hati-hati, ruh-ruh, dan selainnya dari berbagai alam
لَا
يَعْرِفُ حَقِيقَتَهَا وَتَفْصِيلَ عَدَدِهَا إِلَّا هُوَ
Tidak ada yang mengetahui hakikatnya dan rincian jumlahnya
kecuali Dia
وَنَحْنُ
الآنَ نُشِيرُ إِلَى بَعْضِ جُنُودِ الْقَلْبِ
Sekarang kami hanya menunjuk kepada sebagian tentara
hati
فَهُوَ
الَّذِي يَتَعَلَّقُ بِغَرَضِنَا
Tentara-tentara itu berkaitan dengan tujuan kami
وَلَهُ
جُنْدَانِ
Bagi hati ada dua pasukan
جُنْدٌ
يَرَى بِالْأَبْصَارِ
Satu pasukan melihat dengan penglihatan
وَجُنْدٌ
لَا يَرَى إِلَّا بِالْبَصَائِرِ
dan satu pasukan tidak melihat kecuali dengan bashā’ir (mata
hati/ketajaman batin)
وَهُوَ
فِي حُكْمِ الْمَلِكِ
Kedudukannya seperti seorang raja
وَالْجُنُودُ
فِي حُكْمِ الْخُدَّامِ وَالْأَعْوَانِ
Sedangkan pasukan-pasukannya seperti para pelayan dan
penolong
فَذٰلِكَ
مَعْنَى الْجُنْدِ
Maka itulah makna “jund” (pasukan)
فَأَمَّا
جُنْدُهُ الْمُشَاهَدُ بِالْعَيْنِ
Adapun pasukan yang terlihat dengan mata
فَهِيَ
الْيَدُ وَالرِّجْلُ وَالْعَيْنُ وَالْأُذُنُ وَاللِّسَانُ وَسَائِرُ الْأَعْضَاءِ
الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ
yaitu tangan, kaki, mata, telinga, lidah, serta seluruh
anggota tubuh yang tampak dan yang tersembunyi
فَإِنَّ
جَمِيعَهَا خَادِمَةٌ لِلْقَلْبِ
Sebab semuanya menjadi pelayan bagi hati
وَمُسَخَّرَةٌ
لَهُ
dan tunduk untuknya
فَهُوَ
الْمُتَصَرِّفُ فِيهَا
Hati yang mengaturnya
وَالْمُرَدِّدُ
لَهَا
dan yang menggerakkannya bolak-balik
وَقَدْ
خُلِقَتْ مَجْبُولَةً عَلَى طَاعَتِهِ
Anggota-anggota itu diciptakan secara tabiat untuk taat
kepadanya
لَا
تَسْتَطِيعُ لَهُ خِلَافًا
Tidak mampu menentangnya
وَلَا
عَلَيْهِ تَمَرُّدًا
dan tidak bisa membangkang terhadapnya
فَإِذَا
أَمَرَ الْعَيْنَ بِالانْفِتَاحِ انْفَتَحَتْ
Jika hati memerintah mata untuk terbuka, maka mata pun
terbuka
وَإِذَا
أَمَرَ الرِّجْلَ بِالْحَرَكَةِ تَحَرَّكَتْ
Jika hati memerintah kaki untuk bergerak, maka kaki pun
bergerak
وَإِذَا
أَمَرَ اللِّسَانَ بِالْكَلَامِ وَجَزَمَ بِالْحُكْمِ بِهِ تَكَلَّمَ
Jika hati memerintah lidah untuk berbicara dan memastikan
keputusan untuk itu, maka lidah pun berbicara
وَكَذٰا
سَائِرُ الْأَعْضَاءِ
Begitu pula semua anggota tubuh yang lain
وَتَسْخِيرُ
الْأَعْضَاءِ وَالْحَوَاسِّ لِلْقَلْبِ يُشْبِهُ مِنْ وَجْهٍ تَسْخِيرَ
الْمَلَائِكَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Menundukkan anggota tubuh dan indera untuk hati, dari satu
sisi, menyerupai penundukkan malaikat kepada Allah Ta‘ālā
فَإِنَّهُمْ
مَجْبُولُونَ عَلَى الطَّاعَةِ
Malaikat-malaikat itu diciptakan untuk taat
لَا
يَسْتَطِيعُونَ لَهُ خِلَافًا
Tidak mampu menyalahi perintah-Nya
بَلْ
لَا يَعْصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ
bahkan mereka tidak bermaksiat kepada Allah terhadap apa
yang Dia perintahkan
وَيَفْعَلُونَ
مَا يُؤْمَرُونَ
dan mereka melakukan apa yang diperintahkan kepada
mereka
وَإِنَّمَا
يَفْتَرِقُونَ فِي شَيْءٍ
Hanya saja mereka berbeda dalam satu hal
وَهُوَ
أَنَّ الْمَلَائِكَةَ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ عَالِمَةٌ بِطَاعَتِهَا
وَامْتِثَالِهَا
yaitu bahwa para malaikat ‘alayhimus-salām mengetahui
ketaatan dan kepatuhan mereka
وَالْأَجْفَانُ
تُطِيعُ الْقَلْبَ فِي الانْفِتَاحِ وَالانْطِبَاقِ عَلَى سَبِيلِ التَّسْخِيرِ
sedangkan kelopak mata menaati hati dalam terbuka dan
terlipatnya, atas jalan penundukkan (tanpa pilihan)
وَلَا
خَبَرَ لَهَا مِنْ نَفْسِهَا
Tidak ada pengetahuan bagi kelopak mata dari dirinya
sendiri
وَمِنْ
طَاعَتِهَا لِلْقَلْبِ
dan dari ketaatannya kepada hati
وَإِنَّمَا
افْتَقَرَ الْقَلْبُ إِلَى هٰذِهِ الْجُنُودِ
Dan hati membutuhkan tentara-tentara ini
مِنْ
حَيْثُ افْتِقَارُهُ إِلَى الْمُرَكَّبِ وَالزَّادِ لِسَفَرِهِ
karena ia membutuhkan kendaraan dan bekal untuk
perjalanannya
الَّذِي
لأجْلِهِ خُلِقَ
yang karenanya ia diciptakan
وَهُوَ
السَّفَرُ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَقَطْعُ الْمَنَازِلِ إِلَى لِقَائِهِ
yaitu perjalanan menuju Allah Subhānahu wa Ta‘ālā dan
menempuh tahapan-tahapan sampai bertemu dengan-Nya
فَلِأَجْلِهِ
خُلِقَتِ الْقُلُوبُ
Maka karena itulah hati-hati diciptakan
قَالَ
اللهُ تَعَالَى: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Allah Ta‘ālā berfirman: “Aku tidak menciptakan jin dan
manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
وَإِنَّمَا
مَرْكَبُهُ الْبَدَنُ وَزَادُهُ الْعِلْمُ
Sesungguhnya kendaraan (untuk perjalanan itu) adalah tubuh,
dan bekalnya adalah ilmu
وَإِنَّمَا
الْأَسْبَابُ الَّتِي تُوصِلُهُ إِلَى الزَّادِ
Hanya saja sebab-sebab yang mengantarkannya kepada
bekal
وَتُمَكِّنُهُ
مِنَ التَّزَوُّدِ مِنْهُ
dan memberinya kemampuan untuk mengambil bekal darinya
هُوَ
الْعَمَلُ الصَّالِحُ
adalah amal saleh
وَلَيْسَ
يُمْكِنُ لِلْعَبْدِ أَنْ يَصِلَ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ
Tidak mungkin bagi seorang hamba untuk sampai kepada Allah
Subhānahu wa Ta‘ālā
مَا
لَمْ يَسْكُنِ الْبَدَنَ وَلَمْ يَجُزْ دُنْيَا
selama ia belum menetap bersama tubuh dan belum melampaui
dunia
فَإِنَّ
الْمَنْزِلَ الْأَدْنَى لَا بُدَّ مِنْ قَطْعِهِ لِلْوُصُولِ إِلَى الْمَنْزِلِ
الْأَقْصَى
Sebab tempat tinggal yang paling dekat (paling rendah) pasti
harus ditempuh untuk sampai ke tempat tinggal yang paling jauh (paling
tinggi)
فَالدُّنْيَا
مَزْرَعَةُ الْآخِرَةِ
Dunia adalah ladang akhirat
وَهِيَ
مَنْزِلٌ مِنْ مَنَازِلِ الْهُدَى
dan ia merupakan salah satu tahapan dari tahapan-tahapan
petunjuk
وَإِنَّمَا
سُمِّيَتْ دُنْيَا
Hanya saja ia dinamai dunia
لِأَنَّهَا
أَدْنَى الْمَنْزِلَتَيْنِ
karena ia adalah tempat yang paling dekat dari dua
tempat
فَاضْطُرَّ
إِلَى أَنْ يَتَزَوَّدَ مِنْ هٰذَا الْعَالَمِ
Maka ia terpaksa mengambil bekal dari alam ini
فَالْبَدَنُ
مَرْكَبُهُ
Tubuh adalah kendaraannya
الَّذِي
يَصِلُ بِهِ إِلَى هٰذَا الْعَالَمِ
yang dengannya ia sampai kepada alam ini
فَافْتَقَرَ
إِلَى تَعَهُّدِ الْبَدَنِ وَحِفْظِهِ
maka ia membutuhkan pemeliharaan tubuh dan penjagaannya
وَإِنَّمَا
يُحْفَظُ الْبَدَنُ بِجَلْبِ مَا يُوَافِقُهُ مِنَ الْغِذَاءِ وَغَيْرِهِ
Tubuh dipelihara dengan mendatangkan yang cocok baginya dari
makanan dan selainnya
وَدَفْعِ
مَا يُنَافِيهِ مِنْ أَسْبَابِ الْهَلَاكِ
dan dengan menolak sebab-sebab yang mengantarkannya kepada
kebinasaan
فَافْتَقَرَ
لأجْلِ جَلْبِ الْغِذَاءِ إِلَى جُنْدَيْنِ بَاطِنَيْنِ
Maka demi mengundang makanan ia membutuhkan dua pasukan
batin
وَهُوَ
الشَّهْوَةُ
yaitu syahwat
وَظَاهِرٌ
وَهُوَ الْيَدُ وَالْأَعْضَاءُ الْجَالِبَةُ لِلْغِذَاءِ
dan yang tampak yaitu tangan dan anggota-anggota yang
menarik makanan
فَخُلِقَ
فِي الْقَلْبِ مِنَ الشَّهَوَاتِ مَا احْتَاجَ إِلَيْهِ
Maka diciptakan dalam hati dorongan-dorongan dari syahwat
sesuai yang dibutuhkannya
وَخُلِقَتِ
الْأَعْضَاءُ الَّتِي هِيَ آلَاتُ الشَّهَوَاتِ
dan diciptakan anggota-anggota yang menjadi alat-alat untuk
syahwat
وَافْتَقَرَ
لأجْلِ دَفْعِ الْمُهْلِكَاتِ إِلَى جُنْدَيْنِ بَاطِنَيْنِ
dan ia membutuhkan dua pasukan batin demi menolak hal-hal
yang membinasakan
وَهُوَ
الْغَضَبُ
yaitu ghadab (amarah)
الَّذِي
بِهِ يَدْفَعُ الْمُهْلِكَاتِ وَيَنْتَقِمُ مِنْ الْأَعْدَاءِ
yang dengannya ia menolak kebinasaan dan membalas dendam
dari musuh-musuh
وَظَاهِرٌ
dan yang tampak
وَهُوَ
الْيَدُ وَالرِّجْلُ
yaitu tangan dan kaki
لِتَذَانِ
بِهِمَا يَعْمَلُ بِمُقْتَضَى الْغَضَبِ
agar dengannya ia bekerja sesuai tuntutan amarah
وَكُلُّ
ذٰلِكَ بِأُمُورٍ خَارِجَةٍ
Dan semua itu dengan perkara-perkara yang berada di
luar
فَالْجَوَارِحُ
مِنَ الْبَدَنِ كَالْأَسْلِحَةِ وَغَيْرِهَا
Anggota tubuh dari badan seperti senjata dan semacamnya
ثُمَّ
الْمُحْتَاجُ إِلَى الْغِذَاءِ
lalu yang membutuhkan makanan
مَا
لَمْ يَعْرِفِ الْغِذَاءَ
selama ia belum mengetahui makanan
لَمْ
تَنْفَعْهُ شَهْوَةُ الْغِذَاءِ وَإِلْفُهُ
maka keinginan terhadap makanan dan kebiasaannya tidak
bermanfaat
فَافْتَقَرَ
إِلَى الْمَعْرِفَةِ إِلَى جُنْدَيْنِ بَاطِنَيْنِ
maka ia membutuhkan pengetahuan, yaitu dua pasukan
batin
وَهُوَ
إِدْرَاكُ السَّمْعِ وَالْبَصَرِ وَالشَّمِّ وَالْلَّمْسِ وَالذَّوْقِ
yaitu kemampuan untuk memahami lewat pendengaran,
penglihatan, penciuman, sentuhan, dan pengecapan
وَظَاهِرٌ
dan yang tampak
وَهُوَ
الْعَيْنُ وَالْأُذُنُ وَالْأَنْفُ وَغَيْرُهَا
yaitu mata, telinga, hidung, dan selainnya
وَتَفْصِيلُ
وَجْهِ الْحَاجَةِ إِلَيْهَا
Penjelasan rincian tentang sisi kebutuhan kepadanya
وَوَجْهِ
الْحِكْمَةِ فِيهَا
dan sisi kebijaksanaannya
يَطُولُ
akan panjang
وَلَا
تَحْوِيهِ مَجَالِدُ كَثِيرَةٌ
dan tidak mungkin dibungkus dalam banyak jilid
وَقَدْ
أَشَرْنَا إِلَى طَرَفٍ يَسِيرٍ مِنْهَا فِي كِتَابِ الشُّكْرِ
Namun kami telah menyinggung sebagian kecil darinya dalam
kitab “Asy-Syukr” (Syukur)
فَلْيَقْتَنِعْ
بِهِ
Maka hendaklah ia merasa cukup dengan itu
فَجُمْلَةُ
جُنُودِ الْقَلْبِ تُحَصَرُ فِي ثَلَاثَةِ أَصْنَافٍ
Jumlah tentara hati dapat dirangkum menjadi tiga
golongan
صِنْفٌ
بَاعِثٌ وَمُسْتَحَثٌّ
Satu golongan adalah pembangkit dan penggerak, yang
mendorong
إِمَّا
إِلَى جَلْبِ النَّافِعِ الْمُوَافِقِ كَالشَّهْوَةِ
entah untuk menarik yang bermanfaat dan cocok seperti
syahwat
وَإِمَّا
إِلَى دَفْعِ الضَّارِّ الْمُنَافِي كَالْغَضَبِ
atau untuk menolak yang berbahaya dan tidak cocok seperti
ghadab (amarah)
وَقَدْ
يُعَبَّرُ عَنْ هٰذَا الْبَاعِثِ بِالْإِرَادَةِ
Dan kadang ungkapan untuk pembangkit ini adalah “irādah”
(kehendak)
وَالثَّانِي
هُوَ الْمُحَرِّكُ لِلْأَعْضَاءِ إِلَى تَحْصِيلِ هٰذِهِ الْمَقَاصِدِ
Golongan kedua adalah penggerak anggota-anggota tubuh untuk
memperoleh tujuan-tujuan ini
وَيُعَبَّرُ
عَنْ هٰذَا الثَّانِي بِالْقُدْرَةِ
Dan golongan ini disebut “qudrah” (kemampuan/kuasa)
وَهِيَ
جُنُودٌ مَبْثُوثَةٌ فِي سَائِرِ الْأَعْضَاءِ
Ia berupa pasukan-pasukan yang tersebar di seluruh anggota
tubuh
لَا
سِيَّمَا الْعُضَلُاتِ مِنْهَا وَالْأَوْتَارِ
terutama otot-otot dan urat-urat
وَالثَّالِث
هُوَ الْمُدْرِكُ الْمُتَعَرِّفُ لِلْأَشْيَاءِ
Golongan ketiga adalah yang memahami dan mengenali segala
sesuatu
كَالْجَوَاسِيسِ
seperti “mata-mata”
وَهِيَ
قُوَّةُ الْبَصَرِ وَالسَّمْعِ وَالشَّمِّ وَالذَّوْقِ وَالْلَّمْسِ
yaitu kekuatan penglihatan, pendengaran, penciuman,
pengecapan, dan sentuhan
وَهِيَ
مَبْثُوثَةٌ فِي أَعْضَاءَ مُعَيَّنَةٍ
dan ia tersebar pada anggota-anggota tertentu
وَيُعَبَّرُ
عَنْ هٰذَا بِالْعِلْمِ وَالْإِدْرَاكِ
Dan disebut dengan “ilmu” dan “idrak” (pemahaman)
وَمَعَ
كُلِّ وَاحِدٍ مِنْ هٰذِهِ الْجُنُودِ الْبَاطِنَةِ جُنُودٌ ظَاهِرَةٌ
Bersama setiap tentara batin ini ada tentara yang
tampak
وَهِيَ
الْأَعْضَاءُ الْمُرَكَّبَةُ مِنَ الشَّحْمِ وَاللَّحْمِ وَالْعَصَبِ وَالدَّمِ
وَالْعَظْمِ
yaitu anggota-anggota tubuh yang tersusun dari lemak,
daging, saraf, darah, dan tulang
الَّتِي
أُعِدَّتْ آلَاتٍ لِهٰذِهِ الْجُنُودِ
yang dipersiapkan sebagai alat untuk tentara-tentara
itu
فَإِنَّ
قُوَّةَ الْبَطْشِ إِنَّمَا هِيَ بِالْأَصَابِعِ
Sebab kekuatan menggenggam hanya melalui jari-jari
وَقُوَّةَ
الْبَصَرِ إِنَّمَا هِيَ بِالْعَيْنِ
dan kekuatan melihat hanya melalui mata
وَكَذٰا
سَائِرُ الْقُوَى
begitu pula semua kekuatan yang lain
وَلَسْنَا
نَتَكَلَّمُ فِي الْجُنُودِ الظَّاهِرَةِ
Kami tidak membahas tentara yang tampak
أَعْنِي
الْأَعْضَاءَ
yaitu anggota-anggota tubuh
فَإِنَّهَا
مِنْ عَالَمِ الْمُلْكِ وَالشَّهَادَةِ
Sebab ia termasuk alam kerajaan (malak) dan yang disaksikan
(syahādah)
وَإِنَّمَا
نَتَكَلَّمُ الآنَ فِيمَا أَيَّدَتْ بِهِ مِنْ جُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا
Sedangkan sekarang kami membahas tentara-tentara yang telah
didukung olehnya, namun belum kalian lihat
وَهٰذَا
الصِّنْفُ الثَّالِثُ
Golongan ketiga ini
وَهُوَ
الْمُدْرِكُ مِنْ هٰذِهِ الْجُمْلَةِ يَنْقَسِمُ
yang berperan sebagai yang menangkap dari kumpulan ini
terbagi
إِلَى
مَا قَدْ أَسْكَنَ الْمَنَازِلَ الظَّاهِرَةَ
kepada bagian yang menetap pada tempat-tempat yang
tampak
وَهِيَ
الْحَوَاسُّ الْخَمْسُ
yaitu lima indera
أَعْنِي
السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالشَّمَّ وَالذَّوْقَ وَالْلَّمْسَ
yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan
sentuhan
وَإِلَى
مَا أَسْكَنَ مَنَازِلَ بَاطِنَةً
dan kepada bagian yang menetap pada tempat-tempat batin
وَهِيَ
تَجَاوِيفُ الدِّمَاغِ
yaitu rongga-rongga otak
وَهِيَ
أَيْضًا خَمْسَةٌ
dan jumlahnya juga lima
فَإِنَّ
الْإِنْسَانَ بَعْدَ رُؤْيَةِ الشَّيْءِ
Sesungguhnya manusia, setelah melihat sesuatu
يُغْمِضُ
عَيْنَهُ
dia menutup matanya
فَيَدْرِكُ
صُورَتَهُ فِي نَفْسِهِ
lalu ia menangkap gambarnya di dalam dirinya
وَهٰذِهِ
هِيَ الْخَيَالُ
Gambaran itu disebut khayāl (imajinasi)
ثُمَّ
تَبْقَى تِلْكَ الصُّورَةُ مَعَهُ
lalu gambar itu tinggal bersamanya
بِسَبَبِ
شَيْءٍ يُحَفِّظُهُ
karena sesuatu yang menjaganya
وَهُوَ
الْجُنْدُ الْحَافِظُ
yaitu tentara yang menjaga (al-jund al-hāfiẓ)
ثُمَّ
يَتَفَكَّرُ فِيمَا حَفِظَهُ
kemudian ia berpikir tentang apa yang telah ia simpan
فَيَرْكَبُ
بَعْضُهُ إِلَى بَعْضٍ
lalu sebagian makna itu tersusun dengan sebagian yang
lain
ثُمَّ
يَتَذَكَّرُ مَا قَدْ نَسِيَهُ
kemudian ia ingat apa yang telah ia lupakan
وَيَعُودُ
إِلَيْهِ
dan kembali kepadanya
ثُمَّ
يَجْمَعُ جُمْلَةَ مَعَانِي الْمَحْسُوسَاتِ
lalu ia mengumpulkan seluruh makna dari yang dapat
dirasakan
فِي
خَيَالِهِ بِالْحِسِّ الْمُشْتَرَكِ
di dalam khayalnya dengan indera bersama (ḥiss
musytarak)
بَيْنَ
الْمَحْسُوسَاتِ
antara benda-benda yang bisa dirasakan
فِي
الْبَاطِنِ حِسٌّ مُشْتَرَكٌ
Di dalam batin ada indera bersama
وَتَخَيُّلٌ
وَتَفَكُّرٌ وَتَذَكُّرٌ وَحِفْظٌ
serta khayāl, berpikir, mengingat, dan menjaga
وَلَوْلَا
خَلَقَ اللهُ قُوَّةَ الْحِفْظِ وَالْفِكْرِ وَالذِّكْرِ وَالتَّخَيُّلِ
Seandainya Allah tidak menciptakan kekuatan menjaga,
berpikir, mengingat, dan berkhayal
لَكَانَ
الدِّمَاغُ يَخْلُو عَنْهَا
niscaya otak akan kosong darinya
كَمَا
تَخْلُو الْيَدُّ وَالرِّجْلُ عَنْهَا
sebagaimana tangan dan kaki kosong darinya
فَتِلْكَ
الْقُوَى أَيْضًا جُنُودٌ بَاطِنَةٌ
Maka kekuatan-kekuatan itu juga tentara-tentara batin
وَأَمَاكِنُهَا
أَيْضًا بَاطِنَةٌ
dan tempat-tempatnya juga batin
فَهٰذِهِ
أَقْسَامُ جُنُودِ الْقَلْبِ
Inilah pembagian tentara-tentara hati
وَشَرْحُ
ذٰلِكَ بِحَيْثُ يَدْرِكُهُ فَهْمُ الضُّعَفَاءِ بِضَرْبِ الْأَمْثِلَةِ
Menjelaskan itu sampai dipahami oleh akal orang-orang lemah
dengan membuat perumpamaan
يَطُولُ
akan memakan waktu panjang
وَمَقْصُودُ
مِثْلِ هٰذَا الْكِتَابِ
tujuan kitab seperti ini
أَنْ
يَنْتَفِعَ بِهِ الْأَقْوِيَاءُ وَالْفُحُولُ مِنَ الْعُلَمَاءِ
agar yang kuat dan para ulama yang matang dapat memperoleh
manfaat darinya
وَلٰكِنَّا
نَجْتَهِدُ فِي تَفْهِيمِ الضُّعَفَاءِ بِضَرْبِ الْأَمْثِلَةِ
Namun kami berusaha menjelaskan kepada orang-orang lemah
dengan membuat perumpamaan
لِيَقْرُبَ
ذٰلِكَ مِنْ أَفْهَامِهِمْ
supaya itu dekat dengan pemahaman mereka