Penjelasan Tentang Tentara-Tentara (Pasukan) Hati

 بَيَانُ جُنُودِ الْقَلْبِ 

Penjelasan tentang tentara-tentara (pasukan) hati 

قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ 

Allah Ta‘ālā berfirman: “Tidak ada yang mengetahui tentara-tentara Tuhanmu kecuali Dia.” 

وَلِلَّهِ سُبْحَانَهُ فِي الْقُلُوبِ وَالْأَرْوَاحِ وَغَيْرِهَا مِنَ الْعَوَالِمِ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ 

Allah Subhānahu wa Ta‘ālā memiliki tentara-tentara yang dipersiapkan di dalam hati-hati, ruh-ruh, dan selainnya dari berbagai alam 

لَا يَعْرِفُ حَقِيقَتَهَا وَتَفْصِيلَ عَدَدِهَا إِلَّا هُوَ 

Tidak ada yang mengetahui hakikatnya dan rincian jumlahnya kecuali Dia 

وَنَحْنُ الآنَ نُشِيرُ إِلَى بَعْضِ جُنُودِ الْقَلْبِ 

Sekarang kami hanya menunjuk kepada sebagian tentara hati 

فَهُوَ الَّذِي يَتَعَلَّقُ بِغَرَضِنَا 

Tentara-tentara itu berkaitan dengan tujuan kami 

وَلَهُ جُنْدَانِ 

Bagi hati ada dua pasukan 

جُنْدٌ يَرَى بِالْأَبْصَارِ 

Satu pasukan melihat dengan penglihatan 

وَجُنْدٌ لَا يَرَى إِلَّا بِالْبَصَائِرِ 

dan satu pasukan tidak melihat kecuali dengan bashā’ir (mata hati/ketajaman batin) 

وَهُوَ فِي حُكْمِ الْمَلِكِ 

Kedudukannya seperti seorang raja 

وَالْجُنُودُ فِي حُكْمِ الْخُدَّامِ وَالْأَعْوَانِ 

Sedangkan pasukan-pasukannya seperti para pelayan dan penolong 

فَذٰلِكَ مَعْنَى الْجُنْدِ 

Maka itulah makna “jund” (pasukan) 

فَأَمَّا جُنْدُهُ الْمُشَاهَدُ بِالْعَيْنِ 

Adapun pasukan yang terlihat dengan mata 

فَهِيَ الْيَدُ وَالرِّجْلُ وَالْعَيْنُ وَالْأُذُنُ وَاللِّسَانُ وَسَائِرُ الْأَعْضَاءِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ 

yaitu tangan, kaki, mata, telinga, lidah, serta seluruh anggota tubuh yang tampak dan yang tersembunyi 

فَإِنَّ جَمِيعَهَا خَادِمَةٌ لِلْقَلْبِ 

Sebab semuanya menjadi pelayan bagi hati 

وَمُسَخَّرَةٌ لَهُ 

dan tunduk untuknya 

فَهُوَ الْمُتَصَرِّفُ فِيهَا 

Hati yang mengaturnya 

وَالْمُرَدِّدُ لَهَا 

dan yang menggerakkannya bolak-balik 

وَقَدْ خُلِقَتْ مَجْبُولَةً عَلَى طَاعَتِهِ 

Anggota-anggota itu diciptakan secara tabiat untuk taat kepadanya 

لَا تَسْتَطِيعُ لَهُ خِلَافًا 

Tidak mampu menentangnya 

وَلَا عَلَيْهِ تَمَرُّدًا 

dan tidak bisa membangkang terhadapnya 

فَإِذَا أَمَرَ الْعَيْنَ بِالانْفِتَاحِ انْفَتَحَتْ 

Jika hati memerintah mata untuk terbuka, maka mata pun terbuka 

وَإِذَا أَمَرَ الرِّجْلَ بِالْحَرَكَةِ تَحَرَّكَتْ 

Jika hati memerintah kaki untuk bergerak, maka kaki pun bergerak 

وَإِذَا أَمَرَ اللِّسَانَ بِالْكَلَامِ وَجَزَمَ بِالْحُكْمِ بِهِ تَكَلَّمَ 

Jika hati memerintah lidah untuk berbicara dan memastikan keputusan untuk itu, maka lidah pun berbicara 

وَكَذٰا سَائِرُ الْأَعْضَاءِ 

Begitu pula semua anggota tubuh yang lain 

وَتَسْخِيرُ الْأَعْضَاءِ وَالْحَوَاسِّ لِلْقَلْبِ يُشْبِهُ مِنْ وَجْهٍ تَسْخِيرَ الْمَلَائِكَةِ لِلَّهِ تَعَالَى 

Menundukkan anggota tubuh dan indera untuk hati, dari satu sisi, menyerupai penundukkan malaikat kepada Allah Ta‘ālā 

فَإِنَّهُمْ مَجْبُولُونَ عَلَى الطَّاعَةِ 

Malaikat-malaikat itu diciptakan untuk taat 

لَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُ خِلَافًا 

Tidak mampu menyalahi perintah-Nya 

بَلْ لَا يَعْصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ 

bahkan mereka tidak bermaksiat kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan 

وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ 

dan mereka melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka 

وَإِنَّمَا يَفْتَرِقُونَ فِي شَيْءٍ 

Hanya saja mereka berbeda dalam satu hal 

وَهُوَ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ عَالِمَةٌ بِطَاعَتِهَا وَامْتِثَالِهَا 

yaitu bahwa para malaikat ‘alayhimus-salām mengetahui ketaatan dan kepatuhan mereka 

وَالْأَجْفَانُ تُطِيعُ الْقَلْبَ فِي الانْفِتَاحِ وَالانْطِبَاقِ عَلَى سَبِيلِ التَّسْخِيرِ 

sedangkan kelopak mata menaati hati dalam terbuka dan terlipatnya, atas jalan penundukkan (tanpa pilihan) 

وَلَا خَبَرَ لَهَا مِنْ نَفْسِهَا 

Tidak ada pengetahuan bagi kelopak mata dari dirinya sendiri 

وَمِنْ طَاعَتِهَا لِلْقَلْبِ 

dan dari ketaatannya kepada hati 

وَإِنَّمَا افْتَقَرَ الْقَلْبُ إِلَى هٰذِهِ الْجُنُودِ 

Dan hati membutuhkan tentara-tentara ini 

مِنْ حَيْثُ افْتِقَارُهُ إِلَى الْمُرَكَّبِ وَالزَّادِ لِسَفَرِهِ 

karena ia membutuhkan kendaraan dan bekal untuk perjalanannya 

الَّذِي لأجْلِهِ خُلِقَ 

yang karenanya ia diciptakan 

وَهُوَ السَّفَرُ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَقَطْعُ الْمَنَازِلِ إِلَى لِقَائِهِ 

yaitu perjalanan menuju Allah Subhānahu wa Ta‘ālā dan menempuh tahapan-tahapan sampai bertemu dengan-Nya 

فَلِأَجْلِهِ خُلِقَتِ الْقُلُوبُ 

Maka karena itulah hati-hati diciptakan 

قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 

Allah Ta‘ālā berfirman: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” 

وَإِنَّمَا مَرْكَبُهُ الْبَدَنُ وَزَادُهُ الْعِلْمُ 

Sesungguhnya kendaraan (untuk perjalanan itu) adalah tubuh, dan bekalnya adalah ilmu 

وَإِنَّمَا الْأَسْبَابُ الَّتِي تُوصِلُهُ إِلَى الزَّادِ 

Hanya saja sebab-sebab yang mengantarkannya kepada bekal 

وَتُمَكِّنُهُ مِنَ التَّزَوُّدِ مِنْهُ 

dan memberinya kemampuan untuk mengambil bekal darinya 

هُوَ الْعَمَلُ الصَّالِحُ 

adalah amal saleh 

وَلَيْسَ يُمْكِنُ لِلْعَبْدِ أَنْ يَصِلَ إِلَى اللهِ سُبْحَانَهُ 

Tidak mungkin bagi seorang hamba untuk sampai kepada Allah Subhānahu wa Ta‘ālā 

مَا لَمْ يَسْكُنِ الْبَدَنَ وَلَمْ يَجُزْ دُنْيَا 

selama ia belum menetap bersama tubuh dan belum melampaui dunia 

فَإِنَّ الْمَنْزِلَ الْأَدْنَى لَا بُدَّ مِنْ قَطْعِهِ لِلْوُصُولِ إِلَى الْمَنْزِلِ الْأَقْصَى 

Sebab tempat tinggal yang paling dekat (paling rendah) pasti harus ditempuh untuk sampai ke tempat tinggal yang paling jauh (paling tinggi) 

فَالدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الْآخِرَةِ 

Dunia adalah ladang akhirat 

وَهِيَ مَنْزِلٌ مِنْ مَنَازِلِ الْهُدَى 

dan ia merupakan salah satu tahapan dari tahapan-tahapan petunjuk 

وَإِنَّمَا سُمِّيَتْ دُنْيَا 

Hanya saja ia dinamai dunia 

لِأَنَّهَا أَدْنَى الْمَنْزِلَتَيْنِ 

karena ia adalah tempat yang paling dekat dari dua tempat 

فَاضْطُرَّ إِلَى أَنْ يَتَزَوَّدَ مِنْ هٰذَا الْعَالَمِ 

Maka ia terpaksa mengambil bekal dari alam ini 

فَالْبَدَنُ مَرْكَبُهُ 

Tubuh adalah kendaraannya 

الَّذِي يَصِلُ بِهِ إِلَى هٰذَا الْعَالَمِ 

yang dengannya ia sampai kepada alam ini 

فَافْتَقَرَ إِلَى تَعَهُّدِ الْبَدَنِ وَحِفْظِهِ 

maka ia membutuhkan pemeliharaan tubuh dan penjagaannya 

وَإِنَّمَا يُحْفَظُ الْبَدَنُ بِجَلْبِ مَا يُوَافِقُهُ مِنَ الْغِذَاءِ وَغَيْرِهِ 

Tubuh dipelihara dengan mendatangkan yang cocok baginya dari makanan dan selainnya 

وَدَفْعِ مَا يُنَافِيهِ مِنْ أَسْبَابِ الْهَلَاكِ 

dan dengan menolak sebab-sebab yang mengantarkannya kepada kebinasaan 

فَافْتَقَرَ لأجْلِ جَلْبِ الْغِذَاءِ إِلَى جُنْدَيْنِ بَاطِنَيْنِ 

Maka demi mengundang makanan ia membutuhkan dua pasukan batin 

وَهُوَ الشَّهْوَةُ 

yaitu syahwat 

وَظَاهِرٌ وَهُوَ الْيَدُ وَالْأَعْضَاءُ الْجَالِبَةُ لِلْغِذَاءِ 

dan yang tampak yaitu tangan dan anggota-anggota yang menarik makanan 

فَخُلِقَ فِي الْقَلْبِ مِنَ الشَّهَوَاتِ مَا احْتَاجَ إِلَيْهِ 

Maka diciptakan dalam hati dorongan-dorongan dari syahwat sesuai yang dibutuhkannya 

وَخُلِقَتِ الْأَعْضَاءُ الَّتِي هِيَ آلَاتُ الشَّهَوَاتِ 

dan diciptakan anggota-anggota yang menjadi alat-alat untuk syahwat 

وَافْتَقَرَ لأجْلِ دَفْعِ الْمُهْلِكَاتِ إِلَى جُنْدَيْنِ بَاطِنَيْنِ 

dan ia membutuhkan dua pasukan batin demi menolak hal-hal yang membinasakan 

وَهُوَ الْغَضَبُ 

yaitu ghadab (amarah) 

الَّذِي بِهِ يَدْفَعُ الْمُهْلِكَاتِ وَيَنْتَقِمُ مِنْ الْأَعْدَاءِ 

yang dengannya ia menolak kebinasaan dan membalas dendam dari musuh-musuh 

وَظَاهِرٌ 

dan yang tampak 

وَهُوَ الْيَدُ وَالرِّجْلُ 

yaitu tangan dan kaki 

لِتَذَانِ بِهِمَا يَعْمَلُ بِمُقْتَضَى الْغَضَبِ 

agar dengannya ia bekerja sesuai tuntutan amarah 

وَكُلُّ ذٰلِكَ بِأُمُورٍ خَارِجَةٍ 

Dan semua itu dengan perkara-perkara yang berada di luar 

فَالْجَوَارِحُ مِنَ الْبَدَنِ كَالْأَسْلِحَةِ وَغَيْرِهَا 

Anggota tubuh dari badan seperti senjata dan semacamnya 

ثُمَّ الْمُحْتَاجُ إِلَى الْغِذَاءِ 

lalu yang membutuhkan makanan 

مَا لَمْ يَعْرِفِ الْغِذَاءَ 

selama ia belum mengetahui makanan 

لَمْ تَنْفَعْهُ شَهْوَةُ الْغِذَاءِ وَإِلْفُهُ 

maka keinginan terhadap makanan dan kebiasaannya tidak bermanfaat 

فَافْتَقَرَ إِلَى الْمَعْرِفَةِ إِلَى جُنْدَيْنِ بَاطِنَيْنِ 

maka ia membutuhkan pengetahuan, yaitu dua pasukan batin 

وَهُوَ إِدْرَاكُ السَّمْعِ وَالْبَصَرِ وَالشَّمِّ وَالْلَّمْسِ وَالذَّوْقِ 

yaitu kemampuan untuk memahami lewat pendengaran, penglihatan, penciuman, sentuhan, dan pengecapan 

وَظَاهِرٌ 

dan yang tampak 

وَهُوَ الْعَيْنُ وَالْأُذُنُ وَالْأَنْفُ وَغَيْرُهَا 

yaitu mata, telinga, hidung, dan selainnya 

وَتَفْصِيلُ وَجْهِ الْحَاجَةِ إِلَيْهَا 

Penjelasan rincian tentang sisi kebutuhan kepadanya 

وَوَجْهِ الْحِكْمَةِ فِيهَا 

dan sisi kebijaksanaannya 

يَطُولُ 

akan panjang 

وَلَا تَحْوِيهِ مَجَالِدُ كَثِيرَةٌ 

dan tidak mungkin dibungkus dalam banyak jilid 

وَقَدْ أَشَرْنَا إِلَى طَرَفٍ يَسِيرٍ مِنْهَا فِي كِتَابِ الشُّكْرِ 

Namun kami telah menyinggung sebagian kecil darinya dalam kitab “Asy-Syukr” (Syukur) 

فَلْيَقْتَنِعْ بِهِ 

Maka hendaklah ia merasa cukup dengan itu 

فَجُمْلَةُ جُنُودِ الْقَلْبِ تُحَصَرُ فِي ثَلَاثَةِ أَصْنَافٍ 

Jumlah tentara hati dapat dirangkum menjadi tiga golongan 

صِنْفٌ بَاعِثٌ وَمُسْتَحَثٌّ 

Satu golongan adalah pembangkit dan penggerak, yang mendorong 

إِمَّا إِلَى جَلْبِ النَّافِعِ الْمُوَافِقِ كَالشَّهْوَةِ 

entah untuk menarik yang bermanfaat dan cocok seperti syahwat 

وَإِمَّا إِلَى دَفْعِ الضَّارِّ الْمُنَافِي كَالْغَضَبِ 

atau untuk menolak yang berbahaya dan tidak cocok seperti ghadab (amarah) 

وَقَدْ يُعَبَّرُ عَنْ هٰذَا الْبَاعِثِ بِالْإِرَادَةِ 

Dan kadang ungkapan untuk pembangkit ini adalah “irādah” (kehendak) 

وَالثَّانِي هُوَ الْمُحَرِّكُ لِلْأَعْضَاءِ إِلَى تَحْصِيلِ هٰذِهِ الْمَقَاصِدِ 

Golongan kedua adalah penggerak anggota-anggota tubuh untuk memperoleh tujuan-tujuan ini 

وَيُعَبَّرُ عَنْ هٰذَا الثَّانِي بِالْقُدْرَةِ 

Dan golongan ini disebut “qudrah” (kemampuan/kuasa) 

وَهِيَ جُنُودٌ مَبْثُوثَةٌ فِي سَائِرِ الْأَعْضَاءِ 

Ia berupa pasukan-pasukan yang tersebar di seluruh anggota tubuh 

لَا سِيَّمَا الْعُضَلُاتِ مِنْهَا وَالْأَوْتَارِ 

terutama otot-otot dan urat-urat 

وَالثَّالِث هُوَ الْمُدْرِكُ الْمُتَعَرِّفُ لِلْأَشْيَاءِ 

Golongan ketiga adalah yang memahami dan mengenali segala sesuatu 

كَالْجَوَاسِيسِ 

seperti “mata-mata” 

وَهِيَ قُوَّةُ الْبَصَرِ وَالسَّمْعِ وَالشَّمِّ وَالذَّوْقِ وَالْلَّمْسِ 

yaitu kekuatan penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan sentuhan 

وَهِيَ مَبْثُوثَةٌ فِي أَعْضَاءَ مُعَيَّنَةٍ 

dan ia tersebar pada anggota-anggota tertentu 

وَيُعَبَّرُ عَنْ هٰذَا بِالْعِلْمِ وَالْإِدْرَاكِ 

Dan disebut dengan “ilmu” dan “idrak” (pemahaman) 

وَمَعَ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْ هٰذِهِ الْجُنُودِ الْبَاطِنَةِ جُنُودٌ ظَاهِرَةٌ 

Bersama setiap tentara batin ini ada tentara yang tampak 

وَهِيَ الْأَعْضَاءُ الْمُرَكَّبَةُ مِنَ الشَّحْمِ وَاللَّحْمِ وَالْعَصَبِ وَالدَّمِ وَالْعَظْمِ 

yaitu anggota-anggota tubuh yang tersusun dari lemak, daging, saraf, darah, dan tulang 

الَّتِي أُعِدَّتْ آلَاتٍ لِهٰذِهِ الْجُنُودِ 

yang dipersiapkan sebagai alat untuk tentara-tentara itu 

فَإِنَّ قُوَّةَ الْبَطْشِ إِنَّمَا هِيَ بِالْأَصَابِعِ 

Sebab kekuatan menggenggam hanya melalui jari-jari 

وَقُوَّةَ الْبَصَرِ إِنَّمَا هِيَ بِالْعَيْنِ 

dan kekuatan melihat hanya melalui mata 

وَكَذٰا سَائِرُ الْقُوَى 

begitu pula semua kekuatan yang lain 

وَلَسْنَا نَتَكَلَّمُ فِي الْجُنُودِ الظَّاهِرَةِ 

Kami tidak membahas tentara yang tampak 

أَعْنِي الْأَعْضَاءَ 

yaitu anggota-anggota tubuh 

فَإِنَّهَا مِنْ عَالَمِ الْمُلْكِ وَالشَّهَادَةِ 

Sebab ia termasuk alam kerajaan (malak) dan yang disaksikan (syahādah) 

وَإِنَّمَا نَتَكَلَّمُ الآنَ فِيمَا أَيَّدَتْ بِهِ مِنْ جُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا 

Sedangkan sekarang kami membahas tentara-tentara yang telah didukung olehnya, namun belum kalian lihat 

وَهٰذَا الصِّنْفُ الثَّالِثُ 

Golongan ketiga ini 

وَهُوَ الْمُدْرِكُ مِنْ هٰذِهِ الْجُمْلَةِ يَنْقَسِمُ 

yang berperan sebagai yang menangkap dari kumpulan ini terbagi 

إِلَى مَا قَدْ أَسْكَنَ الْمَنَازِلَ الظَّاهِرَةَ 

kepada bagian yang menetap pada tempat-tempat yang tampak 

وَهِيَ الْحَوَاسُّ الْخَمْسُ 

yaitu lima indera 

أَعْنِي السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالشَّمَّ وَالذَّوْقَ وَالْلَّمْسَ 

yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan sentuhan 

وَإِلَى مَا أَسْكَنَ مَنَازِلَ بَاطِنَةً 

dan kepada bagian yang menetap pada tempat-tempat batin 

وَهِيَ تَجَاوِيفُ الدِّمَاغِ 

yaitu rongga-rongga otak 

وَهِيَ أَيْضًا خَمْسَةٌ 

dan jumlahnya juga lima 

فَإِنَّ الْإِنْسَانَ بَعْدَ رُؤْيَةِ الشَّيْءِ 

Sesungguhnya manusia, setelah melihat sesuatu 

يُغْمِضُ عَيْنَهُ 

dia menutup matanya 

فَيَدْرِكُ صُورَتَهُ فِي نَفْسِهِ 

lalu ia menangkap gambarnya di dalam dirinya 

وَهٰذِهِ هِيَ الْخَيَالُ 

Gambaran itu disebut khayāl (imajinasi) 

ثُمَّ تَبْقَى تِلْكَ الصُّورَةُ مَعَهُ 

lalu gambar itu tinggal bersamanya 

بِسَبَبِ شَيْءٍ يُحَفِّظُهُ 

karena sesuatu yang menjaganya 

وَهُوَ الْجُنْدُ الْحَافِظُ 

yaitu tentara yang menjaga (al-jund al-hāfiẓ) 

ثُمَّ يَتَفَكَّرُ فِيمَا حَفِظَهُ 

kemudian ia berpikir tentang apa yang telah ia simpan 

فَيَرْكَبُ بَعْضُهُ إِلَى بَعْضٍ 

lalu sebagian makna itu tersusun dengan sebagian yang lain 

ثُمَّ يَتَذَكَّرُ مَا قَدْ نَسِيَهُ 

kemudian ia ingat apa yang telah ia lupakan 

وَيَعُودُ إِلَيْهِ 

dan kembali kepadanya 

ثُمَّ يَجْمَعُ جُمْلَةَ مَعَانِي الْمَحْسُوسَاتِ 

lalu ia mengumpulkan seluruh makna dari yang dapat dirasakan 

فِي خَيَالِهِ بِالْحِسِّ الْمُشْتَرَكِ 

di dalam khayalnya dengan indera bersama (ḥiss musytarak) 

بَيْنَ الْمَحْسُوسَاتِ 

antara benda-benda yang bisa dirasakan 

فِي الْبَاطِنِ حِسٌّ مُشْتَرَكٌ 

Di dalam batin ada indera bersama 

وَتَخَيُّلٌ وَتَفَكُّرٌ وَتَذَكُّرٌ وَحِفْظٌ 

serta khayāl, berpikir, mengingat, dan menjaga 

وَلَوْلَا خَلَقَ اللهُ قُوَّةَ الْحِفْظِ وَالْفِكْرِ وَالذِّكْرِ وَالتَّخَيُّلِ 

Seandainya Allah tidak menciptakan kekuatan menjaga, berpikir, mengingat, dan berkhayal 

لَكَانَ الدِّمَاغُ يَخْلُو عَنْهَا 

niscaya otak akan kosong darinya 

كَمَا تَخْلُو الْيَدُّ وَالرِّجْلُ عَنْهَا 

sebagaimana tangan dan kaki kosong darinya 

فَتِلْكَ الْقُوَى أَيْضًا جُنُودٌ بَاطِنَةٌ 

Maka kekuatan-kekuatan itu juga tentara-tentara batin 

وَأَمَاكِنُهَا أَيْضًا بَاطِنَةٌ 

dan tempat-tempatnya juga batin 

فَهٰذِهِ أَقْسَامُ جُنُودِ الْقَلْبِ 

Inilah pembagian tentara-tentara hati 

وَشَرْحُ ذٰلِكَ بِحَيْثُ يَدْرِكُهُ فَهْمُ الضُّعَفَاءِ بِضَرْبِ الْأَمْثِلَةِ 

Menjelaskan itu sampai dipahami oleh akal orang-orang lemah dengan membuat perumpamaan 

يَطُولُ 

akan memakan waktu panjang 

وَمَقْصُودُ مِثْلِ هٰذَا الْكِتَابِ 

tujuan kitab seperti ini 

أَنْ يَنْتَفِعَ بِهِ الْأَقْوِيَاءُ وَالْفُحُولُ مِنَ الْعُلَمَاءِ 

agar yang kuat dan para ulama yang matang dapat memperoleh manfaat darinya 

وَلٰكِنَّا نَجْتَهِدُ فِي تَفْهِيمِ الضُّعَفَاءِ بِضَرْبِ الْأَمْثِلَةِ 

Namun kami berusaha menjelaskan kepada orang-orang lemah dengan membuat perumpamaan 

لِيَقْرُبَ ذٰلِكَ مِنْ أَفْهَامِهِمْ 

supaya itu dekat dengan pemahaman mereka